Hadapi Cuaca Ekstrem, DPRD Kaltim Ingatkan Daerah Siaga Logistik Obat

SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, memastikan ketersediaan obat-obatan di Kalimantan Timur masih dalam kondisi aman. Namun, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak lengah, terutama menghadapi potensi bencana di tengah cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang meningkat.

Andi Satya menegaskan, pengelolaan stok obat dan logistik kesehatan berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten dan kota. Sementara itu, peran pemerintah provinsi lebih pada fungsi koordinasi, khususnya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur.

“Stok logistik, termasuk obat-obatan, dikelola masing-masing daerah. Provinsi mengoordinasikan. Sampai saat ini, secara umum kondisi stok obat di Kaltim masih aman,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama jika terjadi bencana berskala besar yang berpotensi melampaui kemampuan daerah. Dalam kondisi darurat, kebutuhan obat-obatan sering kali meningkat tajam dan harus diantisipasi sejak awal.

“Kita tentu berharap tidak terjadi bencana. Tetapi jika itu terjadi, daerah harus siap dan mampu memenuhi kebutuhan obat-obatan masyarakatnya sendiri,” katanya.

Baca Juga:  Tongkat Komando Kodam VI/Mulawarman Beralih, Krido Pramono Fokus IKN dan Daerah Rawan

Andi Satya juga mengingatkan risiko kesehatan pascabencana, khususnya banjir. Berdasarkan pengalaman di berbagai daerah, bencana alam kerap diikuti munculnya penyakit menular maupun gangguan kesehatan lainnya, sehingga ketersediaan obat menjadi faktor krusial dalam penanganan darurat.

Komisi IV DPRD Kaltim, lanjutnya, terus melakukan koordinasi dengan BPBD serta instansi terkait di sektor kesehatan untuk memastikan kesiapan daerah, baik dari sisi layanan maupun logistik medis. Sinergi antar pemerintah daerah dinilai penting agar respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

“Yang paling utama adalah kesiapan. Jangan sampai saat bencana datang, kita justru sibuk mengatasi kekurangan obat,” tegasnya. (um)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.