Hadapi Krisis Global, Haris Tekankan Stabilitas Nasional

JAKARTA — Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah situasi geopolitik global yang kian tidak menentu.

Menurutnya, kondisi dunia yang diwarnai krisis energi, pangan, hingga potensi konflik berskala besar harus direspons dengan memperkuat stabilitas dalam negeri. Ia menilai Indonesia saat ini berada dalam posisi yang relatif stabil, sehingga perlu dijaga bersama.

Haris menyebut stabilitas tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai membuka ruang dialog dengan berbagai kelompok, termasuk pihak yang memiliki pandangan kritis.

Ia juga menyinggung peran Sufmi Dasco Ahmad yang aktif hadir dalam berbagai forum diskusi untuk menyerap aspirasi publik.

“Tidak beralasan jika ada yang mengatakan pemerintah anti kritik. Ruang dialog tetap terbuka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

Di sisi lain, Haris menilai kritik terhadap program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan hal wajar dalam proses penyempurnaan kebijakan.

Ia menyebut pemerintah telah merespons berbagai masukan dengan melakukan evaluasi dan perbaikan, termasuk melalui langkah pengawasan dan penertiban di lapangan.

Baca Juga:  Roy Suryo: Uji Materi Ini Bukan Soal Pribadi, Tapi Hak Rakyat

“Ini bukti pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Haris menyoroti kondisi global yang menurutnya semakin kompleks. Di sejumlah negara, krisis energi bahkan memicu antrean panjang bahan bakar hingga terganggunya aktivitas ekonomi.

Namun, ia menilai Indonesia masih mampu menjaga stabilitas pasokan energi dan harga yang relatif terkendali.

Menurutnya, langkah pemerintah dalam mendorong swasembada pangan dan energi menjadi strategi penting untuk menghadapi ketidakpastian global.

Haris mengingatkan bahwa dampak krisis global dapat meluas, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga ancaman pemutusan hubungan kerja.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap mengedepankan kepentingan bersama, tanpa mengabaikan hak demokratis dalam menyampaikan pendapat.

“Kita harus tetap bersatu agar mampu menghadapi ancaman geopolitik global dan potensi krisis yang lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengawal program-program strategis agar benar-benar memberikan manfaat bagi publik.

Dengan menjaga persatuan dan stabilitas, Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh di tengah tekanan global yang semakin kompleks. (MK)

Baca Juga:  Gejolak IHSG dan Mundurnya Pimpinan BEI–OJK, Pengamat Soroti Dugaan Intervensi Pemerintah

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.