Hasil Mediasi, Ojol Diperbolehkan Masuk Melalui Tiga Pintu di PC PKT

BONTANG – Aksi ratusan pengemudi ojek online (ojol) meminta kejelasan kebijakan akses masuk ke perumahan PC PKT membuahkan hasil.

Usai mediasi antara pihak keamanan PC PKT dengan ojol, kebijakan berubah dari yang tadinya hanya 1 pintu diperluas jadi 3 pintu.

VP Keamanan PKT, I Made Darmadi Giri menyampaikan bahwa saat ini pintu GOR untuk sementara waktu tetap ditutup. Sementara itu, akses masuk untuk dilalui oleh ojol bakal dibuka, melalui pintu Bontang Kuring, Seruni, dan Wanatirta.

“Untuk di GOR tetap kita tutup sementara, karena ada kegiatan umum yang masih kita batasi. Mulai per hari ini, untuk akses masuk ojol menjadi tiga pintu dari hasil pertemuan tadi,” ucapnya, Senin (2/3/2026) siang.

Made menjelaskan, kebijakan sebelumnya yang hanya membuka satu pintu dilakukan semata-mata demi alasan keamanan di Perumahan PC PKT. Namun setelah dilakukan mediasi bersama dengan para ojol Bontang, telah diputuskan adanya kelonggaran dengan membuka kembali tiga pintu akses tersebut.

Selain itu, pihak keamanan juga memberikan kemudahan prosedur bagi pihak yang hendak melintas. Jika sebelumnya harus meninggalkan sejumlah identitas seperti SIM dan STNK, kini hanya cukup meninggalkan KTP saja, saat melewati pos penjagaan.

Baca Juga:  DKUMPP dan DPRD Bontang Turun ke Lapangan Cari Bukti Kelangkaan Gas Elpiji Melon

“Kalau mau lewat, cukup tinggalkan KTP. Tidak perlu lagi meninggalkan kartu identitas lainnya,” tegasnya.

Sehingga pihak-pihak yang ingin masuk ke kawasan tersebut sudah terdata, dan telah tergabung dalam grup komunikasi WhatsApp bersama dirinya. Hal itu memudahkan koordinasi apabila ditemukan tindakan yang dinilai tidak sesuai kesepakatan, termasuk jika ada oknum petugas keamanan yang bertindak tidak semestinya.

“Mereka sudah masuk dengan kita, sudah terdata, dan punya kontak saya. Kalau ada tindakan negatif di luar kesepakatan dari petugas keamanan, maka silahkan laporkan. Saya punya amanah sebagai pimpinan keamanan di wilayah ini. Kalau anggota saya salah, pasti akan saya tindak dan ingatkan,” bebernya.

Selain itu, Made turut menegaskan bahwa dari hasil mediasi ini, menjadi solusi bersama agar keamanan tetap terjaga tanpa menghambat aktivitas yang telah disepakati.

“Intinya dari satu pintu sekarang menjadi tiga pintu, dan ada kelonggaran cukup meninggalkan KTP saja. Semua ini tetap demi menjaga keamanan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.