NUSANTARA – Menjelang akhir kuartal ketiga 2025, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat total investasi mencapai Rp125 triliun. Nilai itu berasal dari Rp60 triliun investasi swasta dan Rp65 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembangunan IKN berjalan sesuai jalur. “IKN maju terus. Adanya Perpres 79 tahun 2025 akan membuat progres semakin kencang,” ujarnya akhir pekan lalu.
Hingga saat ini tercatat 49 pelaku usaha telah menandatangani 52 perjanjian kerja sama (PKS). Salah satunya PT Vitka Dellifood yang akan membangun Rumah Makan Sederhana di lahan seluas 12.713 m² di KIPP 1A. Proyek ini diproyeksikan mulai dibangun pada kuartal IV 2025.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari pembangunan IKN. Kehadiran Rumah Makan Sederhana di IKN diharapkan memberikan sajian kuliner khas yang sudah dikenal luas,” ungkap Asman Abnur, Komisaris Utama PT Vitka Dellifood.
Selain itu, PT Intiland Development Tbk juga ikut serta melalui skema KPBU-Availability Payment (KPBU-AP). Mereka berencana membangun 109 unit rumah tapak di Wilayah Perencanaan 1B, yang ditujukan sebagai hunian modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Investor lain seperti PT Balikpapan Ready Mix Nusantara, PT Berkah Bersinar Abadi, dan PT Puri Persada Lampung juga telah meneken PKS untuk pembangunan berbagai fasilitas, mulai dari mixed-use building, perkantoran, hingga hotel.
Salah satu investasi swasta yang sudah terealisasi adalah hotel Swissotel Nusantara milik konsorsium Agung Sedayu Group. Hotel ini kini telah beroperasi dan melayani tamu maupun pengunjung di kawasan IKN.
Pewarta: Riski
Editor: Agus S




