NUSANTARA — Harga komoditas pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya di Kecamatan Sepaku, masih mengalami fluktuasi pasca Lebaran 2026. Sejumlah bahan pokok bahkan masih tergolong mahal meski sebagian sudah mulai turun.
Harga cabai yang sempat menembus Rp200 ribu per kilogram saat Lebaran kini turun menjadi sekitar Rp110 ribu per kilogram pada pekan kedua April. Meski turun cukup signifikan, harga tersebut masih dianggap tinggi oleh sebagian masyarakat.
Namun, penurunan harga cabai tidak diikuti oleh komoditas lain. Tomat dan bawang merah justru mengalami kenaikan. Harga tomat yang sebelumnya Rp15 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp32 ribu hingga Rp35 ribu. Sementara bawang merah naik dari Rp20 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Segar Sepaku, Eko, menyebut kenaikan harga tomat dan bawang merah terjadi secara bertahap.
“Tomat yang mahal, sama bawang merah sekarang. Kalau cabai Lebaran Rp200 ribu, tapi sehari saja habis itu turun terus,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Hal serupa disampaikan Acil Imah, pedagang lainnya di pasar tersebut. Ia menilai harga cabai masih tinggi, sementara beberapa sayuran lain justru mengalami kenaikan.
“Cabai masih mahal. Sayuran sebagian malah sudah naik harganya,” katanya.
Selain itu, komoditas jahe juga mengalami lonjakan harga cukup tajam. Dari sebelumnya sekitar Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, kini mencapai Rp65 ribu per kilogram.
Kenaikan harga jahe turut dirasakan pedagang angkringan di Sepaku. Mereka mengaku terbebani dengan lonjakan harga bahan baku, meski untuk saat ini belum menaikkan harga jual minuman seperti Susu Telur Madu Jahe (STMJ).
Pedagang berharap harga komoditas dapat segera stabil agar aktivitas usaha tetap berjalan normal tanpa harus membebani konsumen. (MK)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S




