BONTANG – Tahapan awal proyek pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang mulai berjalan. Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM menggelar sosialisasi di Pendopo Wali Kota, Selasa (09/12/2025).
Dirjen Migas, Yunando Antasari, menyampaikan bahwa pemasangan jargas di Bontang mencakup 10.553 sambungan rumah tangga. Proyek ini dipercayakan kepada PT Noorel Idea, perusahaan asal Jakarta Pusat yang menjadi pemenang lelang.
Pembangunan jargas dilakukan menggunakan skema multiyears. Tahap persiapan dimulai sejak November 2025, sementara proses konstruksi ditarget rampung Maret 2026. Jika tidak ada hambatan teknis, gas dapat mengalir ke rumah-rumah warga pada Juli 2026.
“Kalau sesuai rencana, penyaluran sudah bisa dimulai Juli 2026,” katanya.
Adapun 14 kelurahan dari 15 kelurahan masuk dalam daftar pemasangan jaringan. Hanya Kelurahan Bontang Lestari yang tidak masuk cakupan pembangunan jargas.
Penerima manfaat juga akan mendapatkan hibah kompor dua tungku, yang disalurkan bersamaan dengan pemasangan sambungan.
“Kami akan memberikan kompor untuk seluruh rumah yang terdaftar sebagai penerima sambungan,” jelasnya.
PT Noorel Idea dinyatakan sebagai penawar terendah dalam proses lelang melalui SPSE dengan nilai Rp196,7 miliar, di bawah pagu anggaran Kementerian ESDM senilai Rp215,4 miliar. Paket tersebut mencakup tiga daerah sekaligus: Bontang, Demak, dan Tana Tidung.
Saat ini proses lelang masih berada pada masa sanggah. Penandatanganan kontrak diperkirakan berlangsung 12–25 November 2025.
Perusahaan ini pernah mengerjakan proyek jargas sebelumnya. Sumber internal menyebutkan bahwa pada proyek terdahulu, sebagian pekerjaan disubkontrakkan kepada pihak lain.
“Mereka pernah mensubkan pekerjaan. Namun untuk proyek tahun ini, belum diketahui apakah mekanismenya akan sama,” jelasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




