BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan kesiapan ketersediaan, distribusi, dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 H.
Berdasarkan hasil pemantauan oleh tim terpadu, stok kebutuhan pokok seperti beras, telur, BBM, dan LPG dinyatakan aman, sementara komoditas yang cenderung rentan terhadap kenaikan harga adalah cabai dan bawang.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang melalui Heri, Petugas Operasional DKP3, mengatakan hasil monitoring menunjukkan sebagian besar bahan pokok dalam kondisi aman menjelang Ramadan.
“Untuk beras dan telur aman. Daging memang kadang datang agak terlambat, tetapi sudah dalam perjalanan dan tidak berpengaruh pada harga,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, secara umum tidak ada kenaikan harga signifikan untuk beras, telur, BBM, maupun LPG. Namun, komoditas yang harganya berpotensi naik-turun adalah cabai dan bawang.
“Dalam seminggu terakhir kondisinya masih normal,” tambahnya.
Jalur Distribusi dan Ketersediaan BBM–LPG
Terkait distribusi, Heri menyebut jalur pasokan relatif lancar. Keterlambatan hanya terjadi bila ada insiden di jalan, seperti yang pernah terjadi belakangan.
Untuk BBM dan LPG, pemkot telah mengajukan penambahan stok menjelang hari besar keagamaan. Kuota LPG subsidi tetap terjaga di kisaran 5.600 tabung per hari, dengan harga tetap di angka Rp21.000 tabung 3 kg.
Pemantauan juga dilakukan ke distributor, gudang, pasar, dan agen resmi. Menurut Heri, seluruh rantai pasok masih berjalan normal tanpa hambatan berarti.
Cabai Naik, Bawang Berpotensi Menyusul
Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mulai terasa pada komoditas cabai.
“Desember masih Rp50 ribu per kilo, sekarang sudah sekitar Rp70 ribu. Ini karena cuaca, cabai memang sensitif,” jelasnya.
Selain cabai, komoditas yang biasanya rawan naik menjelang Ramadan dan Idulfitri adalah telur, daging ayam, serta bawang merah dan bawang putih.
Upaya Pengendalian Harga: Operasi Pasar dan GPM
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkot Bontang bersama Satgas Pangan Polres, DKUMPP, Bagian Ekonomi, dan DKP3 rutin melakukan monitoring terpadu. Jika terjadi kelangkaan atau lonjakan harga, pemerintah akan melakukan intervensi pasar.
Debora menyebut, Gerakan Pangan Murah (GPM) akan digelar pada 11 Februari menjelang Ramadan dengan alokasi beras SPHP sebanyak 5 ton, ditambah kemungkinan partisipasi distributor membawa beras premium.
“Jelang Idulfitri nanti juga akan ada GPM lagi. Ini terutama membantu masyarakat menengah ke bawah, meski sebenarnya terbuka untuk umum,” katanya.
Dampak bagi Masyarakat dan Proyeksi Ramadan–Idulfitri
Sejauh ini, tidak ada dampak negatif langsung bagi masyarakat karena distribusi berjalan lancar dan stok tersedia. Neraca pangan Kota Bontang dipantau setiap minggu bersama DKUMPP dan dinilai aman.
“Kita memang tidak punya semua sumber pangan sendiri, tapi alur distribusi kita kuat. Pasokan bisa masuk dari Sulawesi, Surabaya, Samarinda, atau langsung melalui Pelabuhan Bontang,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahkan saat pandemi Covid-19 ketersediaan pangan di Bontang tetap terjaga. Dengan kondisi distribusi saat ini, kebutuhan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri diproyeksikan aman.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




