Jelang Ramadan, Tahlil Akbar di Kuburan Teluk Lingga Ramai Diikuti Warga

SANGATTA – Suasana Pemakaman Umum Gang Banjar, Teluk Lingga, Sangatta, mendadak ramai menjelang Ramadan. Bukan karena prosesi pemakaman, melainkan lantunan doa dan tahlil yang menggema dari ratusan jamaah.

Badan Koordinasi Masjid dan Musholla (BKMM) Muslimat NU Kutai Timur (Kutim) menggelar Tahlil Akbar sebagai rangkaian tradisi menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta, mulai dari pengurus dan anggota Muslimat NU, tokoh agama, hingga masyarakat sekitar.

Sejak awal acara, nuansa khidmat terasa kuat. Jamaah duduk berderet di area pemakaman, melantunkan tahlil dan doa bersama. Di tengah deretan nisan dan tanah peristirahatan terakhir, suasana menjadi pengingat bahwa hidup di dunia hanya sementara.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti haul yang dilaksanakan langsung di area pemakaman. Pengalaman itu, katanya, memberi kesan spiritual yang berbeda.

“Saya baru pertama kali hadir dalam haul seperti ini. Saya biasa melaksanakan haul juga, tapi melaksanakan haul di pemakaman ini baru pertama kali. Ada baiknya juga haul di sini karena orang hadir di kuburan, kalau kita mendoakan, hatinya serasa lebih dekat,” ujar Mahyunadi, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga:  Dansatgas TMMD Pastikan Pengerjaan Jalan Sesuai Target

Mantan Ketua DPRD Kutim itu bercerita, setiap kali berziarah ke makam ayahnya , ia selalu merasakan kedekatan batin yang mendalam.

“Tiap saya ziarah ke makam ayah saya, hati serasa dekat, serasa berhadapan,” tuturnya.

Menurutnya, berada di pemakaman membuat manusia lebih mudah merenungi perjalanan hidup dan kematian. Ia menyebut, ziarah kubur bukan sekadar tradisi, tetapi ruang refleksi yang membuat seseorang menilai kembali amal dan perbuatannya.

“Hati juga berbicara, apakah orang-orang dalam kubur ini bahagia, atau sedih. Lalu hati kembali berbicara, bagaimana kalau aku mati, apakah bahagia atau sedih dalam kubur. Pikiran kemudian terbuka dan memperbanyak amalan soleh untuk bekal kita di akhirat kelak,” ucapnya.

Mahyunadi menambahkan, ia pernah mendapat pesan dari seorang guru bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan. Karena itu, setiap manusia harus menyiapkan bekal dengan baik dalam perjalanan menuju akhirat.

“Kita mempersiapkan sesuatunya dalam perjalanan. Persiapan kita harus lengkap dan pandai-pandai menempatkan persiapan itu,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa setiap fase kehidupan membutuhkan bekal yang berbeda, mulai dari kehidupan dunia, alam barzah, hingga Padang Mahsyar.

Baca Juga:  Proyek Dapur Umum Kutim Diwajibkan Transparan dari Awal

“Begitu juga di hidup ini, mana bekal di dunia, mana bekal di alam barzah, mana bekal di Padang Mahsyar. Untuk itu kegiatan ini harus diperbanyak untuk menjadi pengingat kita dalam mempersiapkan bekal kita di perjalanan menuju hari akhir kelak,” tegasnya.

Selain menjadi ajang mengirim doa bagi mereka yang telah meninggal, kegiatan tahlil akbar tersebut juga diharapkan memperkuat kesadaran spiritual masyarakat serta memupuk semangat memperbanyak amal menjelang Ramadan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.