NUSANTARA – Keluhan warga Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, terkait rusaknya jembatan akses utama di RT 24 perbatasan RT 25 Patok 52 akhirnya direspons cepat. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV menurunkan jembatan darurat jenis Bailey dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jembatan tersebut dipasang sebagai solusi darurat atas rusaknya akses satu-satunya yang menghubungkan aktivitas warga setempat. Kepala Unit Pengelola Prasarana Pengendalian Banjir BWS Kalimantan IV, Richard Arief, menjelaskan bahwa jembatan Bailey yang digunakan merupakan aset yang sebelumnya berada di kawasan KIPP IKN.

“Untuk yang kita pasang di Suka Raja ini, ada satu jembatan Bailey yang diturunkan. Jadi yang kita lakukan ini hanya sekadar untuk penanganan tanggap darurat terlebih dahulu,” ujar Richard Arief di lokasi, Selasa (13/1/2026) malam.
Ia menambahkan, keberadaan jembatan tersebut bersifat sementara. Ke depan, akan ada tindak lanjut sesuai prosedur dan kewenangan yang berlaku.
“Apakah nanti dipermanenkan atau seperti apa, tentu ada proses lanjutan. Saat ini yang utama adalah kegiatan tanggap darurat,” jelasnya.
Dalam penanganan ini, sejumlah instansi terlibat, di antaranya Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV sebagai penanggung jawab utama, Dinas Bina Marga, serta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
“Di sini kita saling bekerja sama untuk penanggulangan bencana, khususnya terkait jembatan atau akses jalan yang terputus,” tegas Richard.
Rangka jembatan Bailey tiba di lokasi RT 24 sekitar pukul 19.30 Wita. Selanjutnya, sekitar pukul 21.20 Wita, rangka jembatan diturunkan dari truk tronton menggunakan alat berat ekskavator dengan bantuan tali pengikat.
Sesuai rencana, proses perakitan jembatan akan dilakukan pada Rabu (14/1/2026). Setelah perakitan rampung, jembatan lama akan dibongkar, sekaligus dilakukan pembersihan badan sungai yang menyempit akibat runtuhan konstruksi lama. Jembatan lama tersebut diketahui dibangun sejak masa transmigrasi dan telah beberapa kali mengalami perbaikan.
Setelah pembongkaran selesai, jembatan Bailey akan dipasang sebagai akses sementara bagi warga.
Penanggung jawab lapangan dari Nova Group selaku vendor pelaksana menyampaikan bahwa sedikitnya enam pekerja akan diterjunkan ke lokasi untuk proses perakitan jembatan.
“Kami usahakan secepat mungkin, Pak. Insya Allah satu hari bisa selesai. Yang agak lama hanya proses pengelasannya,” ujarnya di lokasi.
Berdasarkan informasi teknis di lapangan, jembatan Bailey yang didatangkan memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar keseluruhan enam meter. Jembatan ini menggunakan plat dek, dengan sistem pemasangan baut menggunakan kunci impact yang ditopang oleh genset berdaya 10.000 watt.
Ketua RT 24 Desa Suka Raja, Narimo, menyampaikan rasa syukur atas kedatangan jembatan Bailey tersebut.
“Kami sudah menunggu sejak tadi, sesuai dengan yang dijanjikan pihak OIKN kemarin. Alhamdulillah akhirnya datang,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT 25, Waras Rahmad Abdillah alias Sableng, yang sejak awal intens memantau proses penanganan di lapangan.
“Kami warga di sini sangat gembira. Akhirnya ada solusi, meskipun sifatnya sementara. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu,” ucapnya. (MK)
Editor: Agus S




