SANGATTA – Arus balik Lebaran mulai jadi perhatian serius DPRD Kutai Timur. Lonjakan kendaraan diprediksi mencapai puncaknya pada H+7 Idulfitri. Masyarakat yang kembali dari kampung halaman pun diminta tidak lengah selama perjalanan.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengingatkan agar pemudik bisa mengatur waktu keberangkatan dengan bijak. Menurutnya, durasi libur yang masih cukup panjang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menghindari penumpukan di jalur utama.
“Jangan menumpuk di satu waktu. Kalau bisa diatur, berangkat lebih awal atau setelah puncak arus balik,” ujar Jimmi saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2026).
Selain potensi kepadatan, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi sorotan. Sejumlah ruas jalan lintas provinsi di wilayah Kutim dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini dinilai berisiko, terutama saat volume kendaraan meningkat signifikan.
Pengendara diminta lebih waspada dan menjaga konsentrasi, khususnya saat melintasi titik-titik jalan yang rusak.
“Memang ada beberapa ruas jalan yang kondisinya kurang bagus, jadi perlu ekstra hati-hati,” katanya.
Tak hanya itu, jembatan di kawasan Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, juga masuk dalam daftar titik rawan. Struktur jembatan tersebut dinilai cukup riskan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat atau saat cuaca ekstrem.
DPRD Kutim berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat, minimal melakukan penanganan darurat agar tidak mengganggu kelancaran arus balik.
“Mudah-mudahan segera ada penanganan, supaya masyarakat merasa lebih aman saat melintas,” tambahnya.
Di sisi lain, Jimmi juga menekankan pentingnya disiplin pengendara. Ia mengingatkan agar pengguna jalan tidak saling mendahului secara sembarangan dan tetap mematuhi rambu lalu lintas.
Menurutnya, keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan kondisi jalan, tetapi juga sikap pengendara itu sendiri.
“Tertib di jalan, saling menghargai. Jangan terburu-buru, karena libur Lebaran masih panjang,” pungkasnya.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




