BONTANG – Job Fair yang diadakan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang resmi ditutup, Jumat (25/7/2025) malam.
Kabid Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Lukmanul Hakim menjelaskan, terdapat 3.613 pengajuan berkas lamaran pekerjaan selama Job Fair yang diadakan sejak Selasa (22/7/2025) hingga Jumat ini.
Jumlah tersebut jika diinventarisir dapat berkurang, lantaran bisa jadi satu orang memasukkan berkas ke lebih dari satu perusahaan. Jumlah ini didapatkan berdasarkan laporan dari masing-masing perusahaan yang melapor.
“Mungkin jumlahnya tidak sampai segitu, karena orang biasa masukin ke lebih dari satu perusahaan,” pungkasnya.
Adapun jumlah di atas berbeda dengan jumlah pelatihan sebanyak 376 pendaftar, magang 1.006 pendaftar, dan sertifikasi 143 pendaftar.
“Jumlah keseluruhan selama job fair ada 5.138 pendaftar, yang mengikuti berbagai program yang terselenggara selama 4 hari ini,” tambahnya.
Jumlah lowongan yang sediakan yakni 310 lowongan, 287 pelatihan, 69 pemagangan dan 100 sertifikasi. Jumlah ini bertambah dibandingkan saat pembukaan pada Selasa lalu.
Pada tahun 2026, ia merencanakan akan kembali mengadakan job fair dengan melibatkan 50 perusahaan, dengan harapan lowongan kerja yang lebih besar lagi, “Nantinya boothnya sampe halaman depan,” katanya.
Ia mengungkapkan, telah mendapatkan kembali permohonan pembukaan lowongan pekerjaan untuk TA. Namun, karena saat ini job fair telah berakhir maka lowongan tersebut akan diumumkan setelah kegiatan ini berakhir.
“Bagi yang belum sempat daftar di job fair, kita masih membuka lowongan di Disnaker, Helper banyak dicari,” tutupnya.
Tak Hanya Sediakan Loker, Ada Pelatihan, Pemagangan DllÂ

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bontang, Lukmanul Hakim menyampaikan job fair tahun ini tidak hanya menyediakan lowongan kerja, tetapi juga program pemagangan, pelatihan, dan sertifikasi keahlian.
“Jadi job fair di Bontang ini paling bervariasi dibandingkan di wilayah lain, yang lain hanya menawarkan kerja, kita lengkap,” pungkasnya.
Menurut Lukmanul, job fair ini juga menjadi salah satu strategi dalam menekan angka pengangguran di Kota Bontang. Pihaknya memahami kebutuhan dunia industri, sehingga pemagangan dan sertifikasi dianggap penting untuk mendongkrak daya saing pencari kerja.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turut hadir dalam pembukaan kegiatan. Ia memberikan masukan kepada perusahaan untuk menghapus syarat usia dan pengalaman kerja pada beberapa posisi, pelatihan, maupun pemagangan.
“Kalau bisa syarat-syarat seperti itu ditiadakan, jadi tidak ada diskriminasi,” pungkasnya.
Antusias Diikuti Pencari Kerja MudaÂ

Job Fair 2025 dipenuhi oleh para pencari kerja muda, khususnya dengan rentang usia 20 tahun ke atas. Mereka datang sejak pagi ke Gedung Koperasi PKT untuk mengecek langsung peluang kerja, pelatihan, hingga program pemagangan yang tersedia.
Salah satunya adalah Rahman, pemuda berusia 23 tahun yang mengaku telah mendaftarkan diri ke salah satu perusahaan dan juga program pelatihan. Ia menuturkan, ini bukan kali pertama mencoba melalui Disnaker.
“Sudah ada pengalaman di kelistrikan, cuma belum pernah ada panggilan, padahal sudah sesuai juga lowongan yang tersedia,” katanya, Senin (22/7/2025).
Rahman berharap keikutsertaannya kali ini membuahkan hasil setelah tiga kali mencoba mengirim lamaran melalui job fair sebelumnya namun belum pernah lolos seleksi berkas.
Sementara itu, Yolpian, pemuda 22 tahun asal Sulawesi yang kini telah menjadi warga Bontang, juga turut mencoba peruntungan dalam job fair ini. Lulusan sekolah kemaritiman di Samarinda itu melihat adanya lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
“Kemarin sempat ngajukan lamaran di Samarinda cuma memang tidak ada panggilan, siapa tahu rezekinya disini,” tambahnya.
Pelaksanaan Job Fair ini menjadi harapan baru bagi para pencari kerja, terlebih bagi mereka yang sudah berkali-kali mencoba peruntungan namun belum berhasil.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam – Nicha R




