BONTANG – Walaupun menurun, jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah Kota Bontang masih terhitung ratusan kasus. Selama 3 tahun terakhir jumlahnya sekitar 600-900 an kasus.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe mengatakan bahwa masih tingginya kasus TBC, sebagai kabar buruk. Dimana di tahun 2023 lalu, tercatat 933 kasus TBC. Lalu di 2024 kemarin ada 934 kasus, dan juga di 2025 sekitar 654 kasus mulai dari Januari hingga Agustus.
“Maka kami imbau bagi masyarakat yang telah terdeteksi TBC, untuk segera melakukan pengobatan mulai dari sekarang. Sebab penyakit seperti ini menular. Pengobatan pun secara gratis,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Bahtiar juga menambahkan, penyakit TBC ini harus segera dideteksi pada tubuh seseorang. Sebab sangat beresiko dan berbahaya jika ada masyarakat yang sudah terpapar TBC, akan tetapi orang yang mengalami kasus tersebut tidak terdeteksi, penularan bisa terjadi tanpa disadari.
“Kita juga tidak bisa bergerak jika hanya dari Dinkes saja, semua lintas sektor harus turut terlibat. Hal yang paling susah adalah untuk patuh, jadi jika ada masyarakat yang telah terdeteksi dan tidak patuh sangat susah buat dikendalikan. Maka semuanya dimulai dari kesadaran masing-masing,” tutupnya.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




