Kabar Gembira! Tak Ada Pengurangan THL Pasukan Orange di Sangatta Utara

SANGATTA – Kabar menggembirakan datang dari UPT Kebersihan Sangatta Utara. Pasukan oranye julukan bagi petugas kebersihan dipastikan tetap solid tanpa adanya pengurangan Tenaga Harian Lepas (THL). Baik jumlah personel maupun cakupan wilayah kerja masih berjalan sesuai rencana.

Kepala UPT Kebersihan Sangatta Utara, Jurianto, menegaskan bahwa operasional kebersihan tetap mengacu pada perencanaan anggaran selama enam bulan. Saat ini, pelaksanaannya telah memasuki bulan keempat.

“Untuk Sangatta Utara sampai hari ini tidak ada pengurangan, baik personel maupun lahan. Insyaallah tetap berjalan sesuai anggaran enam bulan. Saat ini kita juga sudah mengusulkan penambahan melalui pergeseran anggaran, mudah-mudahan bisa disetujui,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Menurut Jurianto, jumlah THL yang terlibat dalam kegiatan kebersihan mencapai sekitar 90 hingga hampir 100 orang. Dari total tersebut, sebanyak 64 orang bertugas sebagai penyapu jalan. Seluruh tenaga itu berstatus outsourcing dan menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota.

Meski sempat mengalami keterlambatan pembayaran pada tahun sebelumnya, ia memastikan hak para pekerja tetap dipenuhi. Komunikasi yang baik dengan para petugas menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan dan kinerja di lapangan.

Baca Juga:  Cegah Konflik Horizontal, Pemkab Kutim Turun Langsung 'Jemput Bola' Adminduk di Dusun Sidrap

“Kalau dulu pernah kejadian, kita minta pengertian mereka. Gaji tetap dibayarkan, tapi menyusul di perubahan anggaran dan dirapel. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada keberatan dari mereka,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada kebersihan jalan, UPT Kebersihan Sangatta Utara juga aktif menangani sampah di Pasar Induk Sangatta. Pengangkutan dilakukan dua kali sehari, yakni pada pukul 06.00 WITA dan 13.00 WITA, guna memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Di sisi lain, upaya pengurangan volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terus digencarkan melalui program pemilahan dan pemanfaatan sampah. Keberadaan bank sampah dinilai memberikan dampak positif bagi pengelolaan lingkungan.

“Kalau sampah organik bisa dipilah dan dimanfaatkan, itu sangat membantu. Mengurangi beban pengangkutan dan volume sampah ke TPA,” katanya.

Saat ini, terdapat dua bank sampah yang aktif, yakni bank sampah induk di Sangatta Selatan dan bank sampah yang dikelola oleh kelompok Rumah Kompos dan Pangan Lestari (RKPL). Keduanya berperan dalam mengolah sampah organik menjadi kompos serta mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Baca Juga:  Resahkan Masyarakat, Bus Operasional Perusahaan Masih Lalu Lalang di Tengah Kota

“Yang RKPL itu juga sudah berjalan. Mereka membantu memilah dan mengolah sampah organik. Koordinasi dengan dinas juga aman sampai sekarang,” tutup Jurianto.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.