BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menanggapi fenomena anjloknya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang terjadi di sejumlah daerah. Ia menegaskan, untuk jenjang yang menjadi kewenangan Pemkot Bontang, yakni SD dan SMP, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif.
“Memang yang ramai dibicarakan itu kan untuk jenjang SLTA. Sementara untuk SD dan SMP belum. Tapi dari Pemkot Bontang tentu kami tetap melakukan antisipasi ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Salah satu langkah yang dilakukan Disdikbud Bontang adalah berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dengan membentuk tim penyusunan soal. Tim ini bertugas menyiapkan soal-soal try out yang disesuaikan dengan pola TKA.
“Soal-soal ini kemudian disimulasikan kepada peserta didik, untuk SD kelas 6 dan SMP kelas 9. Harapannya, ini bisa menjadi pembiasaan bagi siswa dan mampu mendongkrak capaian nilai mereka,” jelasnya.
Terkait kesiapan tenaga pendidik, Abdu memastikan bahwa jumlah dan kualitas pengajar di Bontang mencukupi untuk mendukung pelaksanaan TKA. Adapun jadwal pelaksanaan try out dan kegiatan pendukung lainnya akan menyesuaikan dengan jadwal ujian nasional.
Ia juga menjelaskan bahwa TKA merupakan sistem baru yang mulai diterapkan tahun ini, sehingga belum bisa dilakukan perbandingan capaian nilai dengan tahun sebelumnya.
“Secara sistem sebenarnya kurang lebih sama dengan ujian nasional, hanya dimodifikasi menjadi tes kompetensi akademik. Intinya, ini untuk melihat sejauh mana kemampuan akademik anak-anak, apakah mereka bisa lulus atau tidak,” pungkasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




