SANGATTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kutai Timur (Kutim) dijadikan momentum untuk memamerkan spektrum keberhasilan pembangunan. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman memberikan kado yang mencakup kebutuhan dasar hingga potensi ekonomi masa depan, menunjukkan Kutim kini tak hanya berjuang, namun juga memikat para investor.
Kado nyata di sektor infrastruktur diwujudkan dengan peresmian masuknya aliran listrik PLN di Desa Manubar Dalam dan Manubar Pantai, Kecamatan Sandaran, tepat di hari jadi Kutim. Bupati menargetkan 13 desa lainnya dapat segera menyusul teraliri listrik dalam tahun ini.
Meski dihadapkan pada penurunan Dana Bagi Hasil (DBH), Ardiansyah memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan.
Pembangunan progres infrastruktur jalan, termasuk di Sandaran, akan terus dilanjutkan dengan mekanisme multiyears (MY).
“Saya minta yang sudah kita programkan tetap jadi prioritas. Insyaallah masih mampu kita laksanakan sesuai dengan APBN, meskipun DBH berkurang,” tegas Bupati, menegaskan bahwa komitmen pembangunan tidak akan goyah.
Di sisi pariwisata, sektor ini menunjukkan daya tarik luar biasa. Antusiasme terlihat jelas dengan status Pulau Miang yang sudah penuh booking selama dua bulan penuh.
Fokus pemerintah kini juga diarahkan pada potensi besar kawasan Karst Mangkalihat. Kawasan yang membentang di Kutim dan Berau ini, tengah menunggu pengesahan sebagai Geopark dari Pemerintah Provinsi Kaltim, yang diharapkan dapat mengangkat nama Kutim di peta wisata dunia. Potensi wisata lain yang disebutkan termasuk Pulau Bira-Bira, Jepu-Jepu, dan Pantai Marang.
Daya pikat Kutim terhadap dunia usaha dikonfirmasi oleh fakta bahwa, kabupaten ini tetap berkomitmen melanjutkan 50 program unggulan, termasuk proyek hilirisasi industri. Program ini terbukti berhasil menarik perhatian investor besar.
“Alhamdulillah kita terus berjuang. Bahkan ada perusahaan besar yang ingin berinvestasi dan menyewa lahan selama dua tahun. Ini pertanda bahwa Kutim masih sangat menjanjikan bagi dunia usaha,” tutup Ardiansyah.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




