SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencatat sejarah gemilang di kancah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Setelah penantian 48 tahun, Bumi Etam akhirnya meraih juara nasional pada 2024. Momentum itu berlanjut lebih besar di 2025, ketika tujuh qari dan hafiz Kaltim sukses menyabet gelar prestisius di ajang internasional.
Ketua LPTQ II Kaltim, Dasmiah, tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Ia menegaskan pencapaian ini merupakan buah dari perjalanan panjang pembinaan generasi Qur’ani.
“Selama 48 tahun kita tidak pernah juara nasional, alhamdulillah tahun 2024 kita akhirnya meraihnya. Begitu juga di ajang internasional, 13 tahun menunggu, dan tahun 2025 langsung menghadirkan tujuh juara. Ini sejarah bagi Kaltim,” ungkapnya, Minggu (28/9/2025).
Deretan prestasi itu lahir dari berbagai ajang bergengsi dunia. Di antaranya, Imrannukarim meraih Juara 1 Tilawah Dewasa pada MTQ Internasional di Jakarta (Februari 2025), Yasin Albar dinobatkan sebagai Hafiz 30 Juz di ajang yang sama, dan Muhammad Haikal Algifari menyabet Juara 1 Hafiz serta Tafsir Qur’an 30 Juz. Sementara itu, Nurrahmiatin meraih Juara 2 di Malaysia (Agustus 2025), Ahmad Fadil membawa pulang Juara 2 Tilawah dan Hafiz 5 Juz dari Maroko (September 2025), Yadin Albar menjadi finalis Hafiz Qur’an 30 Juz di Arab Saudi, serta Jumarlin mempersembahkan Juara II Tilawah MTQ Internasional di Kroasia.
Menurut Dasmiah, capaian itu lahir dari pembinaan berjenjang yang dilakukan LPTQ Kaltim bersama para ulama, guru tahfiz, dan pelatih. Para qari dan hafiz ditempa dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional, bukan hanya menguasai tilawah dan hafalan, tetapi juga pemahaman tafsir serta mental bertanding.
“Anak-anak Kaltim terbukti mampu bersaing dengan qari dan hafiz dunia. Ini hasil kerja kolektif: perjuangan peserta, bimbingan pelatih, dukungan keluarga, dan fasilitasi penuh dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Kaltim sebagai salah satu daerah penghasil qari dan hafiz terbaik di Indonesia. Dasmiah berharap prestasi tersebut menjadi motivasi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an, bukan hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai bekal moral dan spiritual menghadapi tantangan zaman.
“Kami berharap semakin banyak anak-anak muda Kaltim yang terinspirasi. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan daerah, tapi juga kontribusi nyata untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tutupnya.
Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S




