SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) disebut memiliki peluang besar untuk menjadi contoh dunia dalam menjalankan transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di Indonesia, Kaltim kini dinilai berada pada posisi strategis untuk memimpin transformasi menuju ekonomi hijau.
Penilaian itu disampaikan oleh Philipp Schattenmann, Commission Manager Proyek Wilayah Inovasi untuk Transisi Energi yang Adil (IKI-JET), dalam kegiatan Indonesia Sustainable Energy Week Regional Kalimantan Timur di Hotel Mercure Samarinda, Selasa (14/10/2025).
Philipp menegaskan bahwa menunda transisi energi hanya akan memperbesar beban sosial dan lingkungan akibat ketergantungan pada energi fosil. “Transisi bukan ancaman, melainkan peluang untuk memodernisasi ekonomi, menarik industri baru, dan menciptakan komunitas yang lebih bersih serta sehat,” ujarnya.
Menurutnya, daerah seperti Kaltim justru memiliki modal besar untuk memimpin perubahan, berkat pengalaman panjang dalam sektor energi dan infrastruktur yang sudah terbentuk. Proyek IKI-JET — hasil kolaborasi Pemerintah Federal Jerman dan Komisi Eropa — hadir untuk memperkuat sinergi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil agar transisi berjalan adil dan inklusif.
“Kaltim bisa menjadi bukti bahwa wilayah berbasis batu bara pun mampu memimpin revolusi energi bersih dunia,” tegas Philipp. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi krisis iklim. “Dampak perubahan iklim tidak mengenal batas negara. Karena itu, kerja sama global menjadi keharusan, bukan pilihan,” pungkasnya.
Penulis: Hanafi
Editor: Agus S




