Kapal Feri Fatimah 2 Karam di Mahakam, 8 Orang Selamat

TENGGARONG — Insiden tenggelamnya Kapal Feri Fatimah 2 di perairan Sungai Mahakam, Dusun Sirbaya, Kecamatan Sebulu, Selasa (24/2/2026) sore, diduga dipicu kebocoran pada bagian lambung kapal saat melintasi arus deras.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.15 Wita di RT 011 Dusun Sirbaya, Desa Sebulu Modern, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Saat kejadian, kapal penyeberangan tersebut membawa enam penumpang dewasa, satu nahkoda, dan satu anak buah kapal (ABK). Total delapan orang berada di atas kapal.

Nahkoda Ujas (29) dan ABK Agus (29), keduanya warga Desa Sebulu Modern, dipastikan selamat. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.

Saksi mata Marmoyo (36) menuturkan, saat itu kapal melaju dalam posisi lurus melintasi arus sungai yang cukup kuat. Namun tak lama kemudian terlihat air masuk ke dalam kapal yang diduga berasal dari bagian lambung yang bocor.

Mengetahui kondisi tersebut, kapal sempat dipacu dengan harapan bisa segera mencapai dermaga. Upaya itu tak membuahkan hasil. Feri berhenti sekitar 100 meter dari dermaga sebelum akhirnya perlahan tenggelam.

Baca Juga:  Cuaca Buruk, Pedagang Ikan di Pasar Induk Sulit Dapat Pasokan

“Sekitar 100 meter lagi dari dermaga tenggelamnya,” sebut Maryoyo.

Saksi lain, Basuki (46), membenarkan bahwa kejadian berlangsung cepat. Penumpang langsung berusaha menyelamatkan diri begitu kapal mulai kehilangan keseimbangan.

Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar. Kerugian tersebut meliputi satu unit kapal Feri Fatimah 2 serta tiga unit mobil yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.

Ketiga kendaraan tersebut ikut terendam bersama badan kapal di perairan Sungai Mahakam.

Dari laporan awal, dugaan sementara penyebab kecelakaan air ini adalah kebocoran pada badan kapal yang membuat air masuk dan mengurangi daya apung. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang.

Insiden ini kembali menjadi peringatan penting soal keselamatan transportasi sungai di Kutai Kartanegara, terutama di jalur penyeberangan yang menjadi akses vital mobilitas warga dan distribusi barang setiap hari. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.