Kasus HIV di Kota Bontang 2025 Capai 42 Orang, Penderita Usia Remaja Mulai Diperhatikan Serius

BONTANG – Kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Bontang hingga akhir tahun 2025 ini tercatat sebanyak 42 orang. Data ini menunjukkan penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya, namun kelompok usia remaja mulai menjadi perhatian serius.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Bontang, Nur Ilham, menjelaskan bahwa dari 42 kasus baru tersebut, sebagian besar berada pada usia produktif.

“Tahun 2025, dari Januari sampai hari ini ditemukan 42 orang. Rinciannya, usia 25–49 tahun sebanyak 29 orang, usia 20–24 tahun ada 4 orang, usia 15–19 tahun 5 orang, dan usia di atas 50 tahun sebanyak 4 orang,” ujarnya, (1/12/2025).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2023 ditemukan 100 kasus baru, kemudian menurun menjadi 66 kasus pada 2024, dan kembali menurun di 2025.

Berdasarkan akumulasi data sejak tahun 2016, total kasus HIV yang pernah terdeteksi di Kota Bontang mencapai 582 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 397 orang saat ini masih menjalani pengobatan

Baca Juga:  Donor Darah HUT ke-22 Bontang, Terkumpul 71 Kantong Darah

Lebih lanjut, 110 orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya merupakan pasien yang putus berobat atau telah pindah domisili.

“Data ini bersifat dinamis karena ada pasien yang meninggal, ada juga yang tidak lagi terpantau karena pindah daerah,” tambahnya.

Adapun munculnya kasus pada kelompok usia 15–19 tahun menjadi perhatian khusus. Menurutnya remaja berpotensi terpapar HIV sejak beberapa tahun sebelum terdeteksi.

“Orang yang saat ini terdiagnosis AIDS bisa jadi sudah terinfeksi HIV sejak 5 sampai 10 tahun sebelumnya. Karena itu edukasi sejak usia SMP dan SMA sangat penting,” katanya.

Ia menegaskan, edukasi kepada remaja harus difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu Informasi tentang HIV/AIDS, Pencegahan NAPZA/narkoba serta Kesehatan reproduksi

Ia juga menjelaskan, bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial biasa. Penularan hanya terjadi melalui kontak darah seperti transfusi, jarum suntik bersama, luka terbuka serta cairan sperma dan cairan vagina melalui hubungan seksual.

“HIV tidak menular lewat makan bersama, bersalaman, berpelukan, menggunakan WC bersama, bersin, maupun melalui air liur,” tegasnya.

Baca Juga:  APBD Kota Bontang 2026 Resmi Turun Rp 887,7 Miliar, Wali Kota Lakukan Rasionalisasi Belanja

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.