SAMARINDA – Kebakaran melanda lokasi penampungan barang-barang bekas, khususnya tumpukan bumper mobil, di Jalan Abdul Wahab Sjahranie, tepatnya di lingkungan Perumahan Guru SD RT 28, Samarinda, pada Selasa (11/11) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita ini diduga dipicu pembakaran sampah yang menjalar akibat hembusan angin kencang.
Menurut keterangan Erwin, salah satu karyawan di tempat barang bekas tersebut, api bermula dari pembakaran dedaunan bambu di bagian pojok area. “Tadi sekitar jam 16.00 lewat, tadi bakar sampah daun bambu di bagian pojok. Sampahnya sedikit, hanya karena angin yang kencang dia merambat ke tumpukan bamper di area sudut situ,” jelas Erwin.
Upaya awal memadamkan api menggunakan mesin cuci motor tidak berhasil karena api sudah membesar. Material plastik dari bumper bekas yang kering, ditambah tiupan angin, membuat kobaran api sulit dikendalikan. Seluruh area tumpukan bumper mobil bekas hangus terbakar.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Akhmad Supriyanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 16.25 Wita. Ia menyebut, lokasi tersebut memang dipenuhi material mudah terbakar. “Tempatnya itu memicu api semua, jadi cepat membesar, padahal cuma satu unit rumah saja, tapi bahan-bahan plastiknya mudah terbakar,” terang Akhmad.
Meski api membesar dengan cepat, proses pemadaman tidak menemui banyak kendala karena lokasi berada di pinggir jalan. Tiga posko—Posko 2, Posko 3, dan Posko 11—diturunkan ke lokasi dibantu relawan. “Alhamdulillah karena posisinya di pinggir jalan, kami bisa tangani cepat. Pemadaman kurang lebih setengah jam, tidak sampai satu jam,” ujarnya.
Kerugian ditaksir berupa seluruh tumpukan bumper bekas mobil di lokasi penampungan. (MK)
Editor: Agus S




