SAMARINDA – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai warung makan dan tempat tinggal di Jalan Eri Suparjan, RT 12 Nomor 06, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Senin (8/12) malam. Api mulai terlihat berkobar sekitar pukul 20.30 Wita dan dengan cepat menjalar ke seluruh bagian lantai atas bangunan.
Dari kejauhan, kobaran api terlihat menjulang tinggi dan dapat disaksikan hingga radius beberapa kilometer. Pewarta Media Kaltim yang berada di lokasi menggambarkan situasi mencekam ketika api membesar sementara listrik PLN masih menyala, membuat proses peliputan dan evakuasi berisiko tinggi sebelum akhirnya listrik dipadamkan.
Komandan Pos (Danpos) 2 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda, Barkani, membenarkan insiden tersebut.
“Kita terima informasi kebakaran, atau 65, dari Puskom bahwa telah terjadi 65 di Jalan Eri Suparjan, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, tepatnya dekat pintu keluar TVRI,” ujarnya.
Tiga unit armada dari Posko 2 langsung diterjunkan ke lokasi. Berdasarkan identifikasi awal, bangunan yang terbakar merupakan rumah berlantai dua: lantai bawah digunakan sebagai warung makan, sementara lantai atas difungsikan sebagai hunian pemiliknya. Meski api berkobar besar, Disdamkar memastikan hanya satu bangunan yang terdampak.
“Untuk terlihat hanya satu bangunan saja yang terbakar. Estimasi pemadaman sekitar 30 menitan,” tambah Barkani.
Namun proses pemadaman tidak berjalan mudah. Barkani menyebut kabel PLN sempat putus akibat terbakar dan jatuh ke area pemadaman, hampir mengenai petugas yang sedang berjibaku memadamkan api.
“Kendala tadi kabel PLN sempat putus karena terkena api, dan personel hampir tersengat,” jelasnya.
Sebanyak 15 personel dari Posko 2 dan Posko 3 dikerahkan untuk menaklukkan api yang terus membesar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Terkait pemicu kebakaran, Barkani mengatakan dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan, namun diperkirakan cukup besar mengingat seluruh bagian atas bangunan hangus terbakar. (Dim)
Editor: Agus S




