SANGATTA – Sebuah barakan (rumah petak) yang terdiri dari lima pintu di Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (9/10/2025) malam.
Insiden yang diduga disebabkan oleh korsleting listrik ini menelan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp500 juta.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini lantaran bangunan milik Kaharudin tersebut dalam keadaan kosong saat api mulai membesar.

Kepala Seksi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur, Eko Purnomo, membenarkan kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa laporan diterima pihaknya pada pukul 21.43 WITA.
“Begitu laporan diterima, unit kami langsung bergerak. Meskipun jarak tempuh mencapai 10 kilometer dan sempat terhambat lalu lintas padat, unit tiba di lokasi 12 menit kemudian, pukul 21.55 WITA,” kata Eko Purnomo, Jumat (10/10/2025).
Eko Purnomo menyebutkan, dari hasil pendataan sementara, dugaan kuat penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
“Dugaan awal adalah korsleting listrik. Ini diperkuat keterangan bahwa rumah itu dalam keadaan kosong, penghuninya sedang tidak ada di tempat,” jelasnya.
Meskipun api melahap habis bangunan Barakan 5 pintu tersebut, kesigapan petugas dan relawan berhasil melokalisir dan memadamkan api dengan cepat.
“Api berhasil kami kendalikan penuh pada pukul 22.30 WITA. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih 30 menit, dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 23.00 WITA,” tambah Eko.
Untuk menanggulangi kebakaran ini, Disdamkartan Kutim mengerahkan empat unit armada dibantu oleh personel dari Damkar Kecamatan Bengalon, REDKAR Desa Sepaso dan Sepaso Timur, serta ormas-ormas di Kecamatan Bengalon.
Selain itu, pengamanan dan penanganan juga didukung penuh oleh Polsek Bengalon, perangkat Kecamatan dan Desa, serta petugas PLN.
“Kerugian materi kami taksir mencapai Rp500 juta. Kami berhasil menyelamatkan satu set kulkas rumah tangga. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan rutin mengecek instalasi listrik,” pungkas Eko Purnomo.
Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam




