BONTANG – Kementerian Agama Kota Bontang menerima tambahan 34 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2025. Tambahan tersebut terdiri dari berbagai formasi, mulai dari guru madrasah, penghulu, penyuluh agama, hingga tenaga administrasi.
Kepala Kemenag Bontang, Muhammad Hamzah mengatakan, meski terdapat sejumlah pegawai yang pensiun, kebutuhan SDM masih dapat terpenuhi dengan adanya rekrutmen baru tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini kita dapat 34 ASN, termasuk guru, penghulu, penyuluh, dan tenaga administrasi,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Untuk tenaga guru agama, Kemenag memastikan ketersediaannya masih aman. Selain ASN dan PPPK, pemenuhan kebutuhan pengajar juga dibantu oleh tenaga non-PNS yang direkrut sekolah atau yayasan.
“Tidak dalam kondisi gawat. Ketersediaan tenaga pengajar masih ada, meski idealnya tentu lebih baik jika ditunjang PNS,” katanya.
Sementara itu, jumlah penghulu di Kota Bontang saat ini tercatat sebanyak enam orang yang tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Bontang Utara memiliki jumlah pernikahan tertinggi, disusul Bontang Selatan dan Barat.
“Kita juga memperhatikan distribusi penghulu. Tapi pergeseran pegawai harus mengikuti regulasi, tidak bisa serta-merta,” jelasnya.
Kemenag juga menegaskan bahwa rekrutmen ASN tidak hanya terbatas pada sarjana agama Islam. Formasi terbuka bagi berbagai latar belakang, termasuk akuntansi, psikologi, dan teknologi informasi.
“Karena Kemenag itu melayani semua agama dan juga urusan administrasi negara. Guru agama semua agama kita fasilitasi, termasuk sertifikasi yang ditanggung negara,” pungkasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




