Kemenhaj Bontang Tak Miliki Data Jemaah Umrah Terdampak Perang AS-Israel dan Iran, Ini Alasannya

BONTANG – Isu penutupan bandara di Arab Saudi beredar luas dan memicu kekhawatiran terkait keberangkatan jemaah haji dan umrah, termasuk dari wilayah Kalimantan Timur. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bontang memastikan belum ada jemaah haji asal Bontang yang terdampak.

Kepala Kemenhaj Kota Bontang, Najamuddin, menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan haji untuk kloter pertama masih pada 22 April mendatang.

“Kalau haji, kloter pertama kita berangkat 22 April. Jadi masih sekitar satu bulan setengah lagi. Untuk kloter berikutnya bahkan di Bulan Mei,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, dengan rentang waktu tersebut, pihaknya berharap situasi di Timur Tengah segera mereda sebelum jadwal keberangkatan tiba.

Ia juga menyinggung pengalaman sebelumnya saat terjadi ketegangan antara Israel dan Iran pada tahun lalu. Kala itu, ada jemaah dari salah satu daerah di Pulau Jawa yang sempat tertahan satu hingga dua hari karena jadwal kepulangan bertepatan dengan situasi konflik.

“Pengalaman sebelumnya memang ada yang tertunda satu dua hari. Termasuk waktu pandemi Covid-19, ada juga penundaan. Tapi prinsipnya, kalau sampai terjadi penundaan, jemaah tetap prioritas sesuai nomor urut keberangkatan,” jelasnya.

Baca Juga:  Besi Proyek Koperasi Desa Digondol, Pelaku Ditangkap Polsek Muara Jawa

Untuk saat ini, Najamuddin memastikan tidak ada jemaah haji asal Bontang yang sedang berada di Tanah Suci.

Sementara itu, terkait jemaah umrah, pihaknya mengakui pendataan lebih sulit dilakukan. Pasalnya, pelaksanaan umrah berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang kini terpisah dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Umrah ini melalui travel. Travel bisa dari Bontang atau luar daerah. Bahkan sekarang ada umrah mandiri, tanpa travel. Jadi makin sulit terdata,” terangnya.

Ke depan, lanjutnya, ada rencana agar seluruh jemaah umrah diinapkan terlebih dahulu di asrama haji sebelum keberangkatan. Kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan pendataan dan pengawasan jemaah secara nasional.

“Supaya data jemaah lebih jelas dan tidak terkesan lepas begitu saja,” tambahnya.

Travel Pastikan Jemaah Aman

Di sisi lain, salah satu perwakilan travel umrah di Kota Bontang, Wiwik memastikan jemaah mereka dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah yang di Tanah Suci masih ibadah, aman saja. Sebagian juga sudah kembali sebelum serangan,” ujarnya

Baca Juga:  Ojol Terjatuh Karena Koral Berhamburan di Pertigaan Jalan Cipto Mangunkusumo

Ia menambahkan, seluruh jemaah pulang sesuai jadwal, termasuk yang kembali hari ini. Adapun pembatalan penerbangan disebut hanya terjadi pada penerbangan transit dari dan menuju beberapa bandara di kawasan Timur Tengah.

“Alhamdulillah jemaah kami yang berangkat 28 Februari sudah sampai Madinah semua,” ungkapnya.

Sejauh ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah warga Bontang yang tertunda ibadah umrahnya akibat isu penutupan bandara tersebut. Pihak Kemenhaj pun terus melakukan koordinasi dan pemantauan perkembangan situasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran ibadah jemaah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.