BALIKPAPAN — Proses evakuasi korban insiden KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang Balikpapan masih berlangsung dengan tingkat kesulitan tinggi. Kendaraan bermuatan berat yang saling bertumpuk menjadi kendala utama petugas untuk menjangkau korban yang terjepit di bagian bawah.
Personel Basarnas Balikpapan, Dwi Adi, menjelaskan bahwa sejumlah kendaraan di dalam kapal berada dalam kondisi muatan penuh saat insiden terjadi. Ketika kapal mengalami kemiringan, kendaraan bergeser dan oleng ke satu sisi hingga saling bersandar dan menindih satu sama lain.
“Kendaraan bergeser ke satu sisi dan saling tumpang tindih. Posisi kendaraan korban berada di bagian paling ujung koridor, sehingga cukup sulit dijangkau,” ujar Dwi, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, untuk membuka akses menuju kendaraan korban, petugas harus melakukan pembongkaran muatan secara bertahap. Muatan dari kendaraan yang berada di atas dan di sekitarnya harus dikurangi terlebih dahulu agar kondisi menjadi lebih aman.
“Saat ini fokus kami masih pembongkaran muatan yang menindis kendaraan korban. Setelah beban berkurang, evakuasi baru bisa dilakukan dengan aman,” jelasnya.
Dwi menyebutkan, kendaraan yang menindih korban bukan hanya satu unit, melainkan beberapa kendaraan yang saling bertumpu akibat pergeseran posisi. Kondisi tersebut membuat stabilitas seluruh kendaraan di jalur tersebut sangat rawan.
Hingga proses evakuasi berlangsung, petugas baru berhasil memvisualkan satu korban. Korban diduga berada di dalam mobil kecil yang terjepit di antara kendaraan berukuran lebih besar.
“Untuk sementara baru satu korban yang bisa kami pastikan posisinya. Kondisinya belum bisa dipastikan secara medis, namun ada dugaan korban telah meninggal dunia,” ungkap Dwi.
Meski demikian, petugas masih membuka kemungkinan adanya korban lain. Setelah evakuasi awal selesai, pencarian lanjutan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang terlewat.
“Saat ini fokus utama pada korban yang sudah teridentifikasi. Jika ada indikasi korban lain, pencarian akan kami lanjutkan,” tegasnya.
Proses evakuasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas, mengingat kondisi kendaraan dan muatan yang masih belum sepenuhnya stabil. (MK)
Editor: Agus S




