BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah merencanakan akan melakukan survei dan soaialisasi ke sekolah-sekolah, untuk mengedukasi para pelajar, agar nantinya dapat mengurangi angka kekerasan terhadap anak.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menjelaskan, pihaknya dalam perencanaan akan melakukan survei tersebut tepatnya saat anggaran perubahan, mengingat program-program yang akan dijalankan memerlukan dana dan perencanaan yang matang.
“Tetap kita berupaya untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak, nantinya kita akan sosialisasikan itu ke sekolah-sekolah,” ucapnya saat ditemui, Selasa (12/8/2025).
Mengingat beberapa waktu lalu dari Januari hingga Juli 2025, kasus kekerasan, pelecehan, bahkan persetubuhan telah melibatkan anak di bawah umur sebagai korbannya, ada tercatat sebanyak 33 kasus yang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang di rilis Polres Bontang.
“Itu sebabnya, dan maaf sebelumnya kalau kemiskinan itu identik dengan kekufuran, yang tinggal beramai-ramai dan berkumpul dalam satu rumah menjadi peluang besar untuk tindakan yang tak diinginkan,” jelasnya.
Sehingga, Neni berharap dengan diadakannya kegiatan survei tersebut, nantinya angka kekerasan di tengah masyarakat bisa berkurang, mengingat Bontang termasuk kota yang kecil.
“Bontang ini kota yang kecil aja, apapun itu kasusnya pasti langsung terekspos. Kemungkinan di daerah lain ada hal seperti ini, tetapi tidak terekspos. Jadi, mari kita jaga bersama-sama hal yang tidak diinginkan seperti ini, tidak terulang kembali,” tutupnya. (Dwi/Adv)
Editor: Yusva Alam




