SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja Pemerintah Kota Samarinda dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Namun, ia juga mengingatkan adanya dua pekerjaan rumah (PR) besar yang harus menjadi perhatian ke depan.
“Semua pencapaian tentu patut dihargai. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan bersama demi kemajuan kota tercinta,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Dr. Sani menegaskan bahwa DPRD memiliki peran memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Ia menyoroti dua isu utama. Pertama, perlunya penyelarasan antara program yang dijalankan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, program penanganan banjir sudah banyak dilakukan, namun masih terdapat sejumlah wilayah yang kerap tergenang.
“Ini menjadi PR bagi kita bersama, bagaimana memperkecil gap antara program yang dijalankan dengan harapan masyarakat,” katanya.
Kedua, ia mengingatkan pentingnya pengendalian anggaran, khususnya pada proyek multiyears. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan terowongan Samarinda yang mengalami kenaikan anggaran dari Rp395 miliar menjadi Rp517 miliar pada awal 2026.
Menurutnya, efisiensi anggaran sekecil apa pun tetap penting, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang menantang.
“Efisiensi anggaran bukan hanya soal angka, tetapi juga memastikan manfaat maksimal bagi warga sekaligus menjaga kepercayaan publik,” jelasnya.
Dr. Sani berharap ke depan pemerintah kota dapat lebih optimal dalam merancang dan menjalankan program pembangunan agar lebih tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan evaluasi yang tepat, ia optimistis kinerja pemerintah daerah dapat semakin baik sekaligus memperkuat kepercayaan warga terhadap pembangunan di Kota Samarinda. (MK)
Penulis: Hanafi
Editor: Agus S




