BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memotivasi para guru saat melepas kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang menuju ajang Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (PORSENIJAR) 2025 di Balikpapan pada 16–19 November mendatang, Jumat (14/11) pagi di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.
Neni menitipkan para peserta didik Bontang kepada para guru sebagai pembimbing sekaligus teladan. Ia menegaskan bahwa guru memegang peran penting dalam membentuk karakter dan potensi anak.
“Guru tak hanya membangun SDM yang unggul dan berdaya saing. Lebih dari itu, guru harus bisa digugu tutur katanya dan diikuti perilaku baiknya,” tuturnya.
Ia kemudian mengutip filosofi pendidikan yang menjadi sorotan dalam arah kebijakan Kota Bontang.
“Pendidikan adalah seni menyalakan api, bukan mengisi bejana,” katanya, menekankan bahwa tugas pendidik bukan sekadar memindahkan pengetahuan, melainkan menyalakan semangat bertanya, berpikir kritis, berani mencoba, dan tidak pernah berhenti belajar.
Menurutnya, seorang guru menyimpan dua mata air peradaban: pengetahuan dan keikhlasan. Karena itu, PORSENIJAR dipandang bukan sekadar kompetisi, tetapi juga panggung untuk memperlihatkan sportivitas, kebersamaan, dan dedikasi para pendidik.
“Guru yang berlari di lapangan, bernyanyi di panggung, atau beradu gagasan dalam lomba pembelajaran, semuanya menunjukkan satu hal yang sama: bahwa pendidikan hidup dalam tindakan, karya, dan perjuangan,” ujarnya.
Wali Kota Neni juga berharap guru tetap menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di Kota Taman.
“Kita harus yakin, setiap pelajar di Kota Bontang adalah benih masa depan yang akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia. Benih itu akan tumbuh subur hanya jika dirawat oleh pendidik yang berkualitas, berintegritas, dan berhati mulia,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bontang akan terus menciptakan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas guru dan pembelajaran secara berkelanjutan.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




