NUSANTARA – Brand fesyen muslim asal Kota Minyak, LitaOne by Marlita Silvianti, ikut tampil dalam ajang Jogja Fashion Parade (JPF) 2026 yang digelar 6–8 Februari di Sleman City Hall, Yogyakarta. Kehadiran Lita menjadi representasi desainer Kalimantan Timur di panggung nasional yang menghadirkan sekitar 150 desainer dari berbagai daerah.
Mengusung tema “Blue of Wafe”, JPF 2026 menjadi ruang kolaborasi desainer dari luar Jawa hingga Kalimantan. Marlita Silvianti—yang akrab disapa Lita—mengaku bersyukur bisa ambil bagian dalam ajang tersebut.

“Seru banget. Semua antusias. Di Yogya ada beberapa teman juga yang ikut hadir menyaksikan show LitaOne di JPF. Alhamdulillah mereka sangat kagum dan minat dengan karya LitaOne,” ujar Lita saat ditemui usai audiensi bersama Otorita IKN di Gedung Oval Galery IKN, dua hari lalu.
Dalam peragaan tersebut, Lita menampilkan delapan look yang disiapkan selama dua pekan di butiknya sendiri. Koleksi yang dibawa tetap mengusung DNA modest wear—potongan longgar, tertutup, dan tidak menonjolkan lekuk tubuh.
“Di JPF tempo hari saya bawa 8 look. Nyiapkannya 2 minggu. Dirancang di butik sendiri,” jelasnya.

Respons pasar pun mulai terlihat. Lita menyebut sudah ada pesanan yang masuk, termasuk busana keluarga untuk Lebaran.
Menurutnya, keikutsertaan dalam JPF bukan sekadar tampil di panggung, tetapi membawa misi untuk menunjukkan bahwa busana muslim kini bisa tampil anggun, elegan, dan tetap modis tanpa meninggalkan nilai syariat.
“Terpenting, busana muslim sekarang bisa dikemas berbagai model trendi dan modern. Namun tentunya tak mengurangi syariat Islamnya. Tetap anggun dan elegan bagi pemakainya,” tegas Lita.
Ia berharap LitaOne dapat terus berkembang, berkontribusi di dunia fesyen muslim Kalimantan Timur, Indonesia, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus memperluas koleksi modest wear yang semakin variatif dan berdaya saing. (MK)
Editor: Agus S




