Loktuan Catat Kasus Stunting Tertinggi, Kelurahan dan Kader Gencar Lakukan Intervensi

BONTANG – Kelurahan Loktuan menjadi wilayah dengan jumlah kasus stunting terbanyak di Kota Bontang. Saat ini, tercatat sebanyak 231 bayi dan balita ditambah empat ibu hamil menjadi sasaran pemberian Program Makanan Tambahan (PMT).

Lurah Loktuan, Supriadi menegaskan bahwa penanganan stunting bukan perkara yang bisa selesai dalam waktu singkat. Selain intervensi lewat PMT, pola hidup masyarakat juga perlu diubah agar kesadaran akan pentingnya kesehatan anak dapat meningkat.

“Masalahnya bukan hanya di program, tapi bagaimana warga bisa sadar bahwa penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang anak itu penting. Banyak yang menganggap remeh, padahal data dari operasi timbang menunjukkan penurunan stunting dari 29% menjadi 24%,” ungkapnya, Senin (25/8/2025).

Beberapa wilayah seperti RT 7 dan RT 8 masih mencatat angka kasus paling tinggi. Namun, antusiasme warga datang ke Posyandu cenderung menurun setelah operasi timbang serentak dilakukan.

Untuk mengatasi hal tersebut, kader Posyandu bersama pihak kelurahan berupaya melakukan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga. Bahkan, pihak kelurahan turut serta mengajak masyarakat agar tidak melewatkan layanan kesehatan dasar di posyandu.

Baca Juga:  Ujian Kenaikan Tingkat INKAI, Wali Kota Ingin Tak Sekedar Formalitas Tapi Dapat Kembangkan Kompetensi

Meski pengawasan distribusi PMT dinilai sudah berjalan baik, masih ada keluhan dari kader terkait menu makanan yang kurang lengkap atau kurang segar. Saat ini penyediaan PMT masih ditangani pihak ketiga yang ditunjuk melalui mekanisme di Dinas Kesehatan.

“Kami berharap ke depan PMT bisa dikelola oleh kelompok masyarakat (Pokmas) di Loktuan. Kader-kader sudah dibekali pelatihan membuat makanan sehat balita, sehingga SDM-nya sebenarnya siap,” tambahnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.