BONTANG – Majelis Taklim Annisa Nussubuha melangsungkan kegiatan Gema Shalawat dan Santunan Anak Yatim, di Masjid Miftahul Huda, Kampung Jawa, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (13/7/2025).
Tujuan digelarnya kegiatan tersebut memberikan santunan ke anak yatim di wilayah Kota Bontang, yang bantuannya berupa konsumsi dan uang tunai hasil dari donasi masyarakat, serta dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Dalam kegiatan tersebut, Majelis Taklim Annisa Nussubuha mengusungkan tema ‘Indahnya Peduli Anak Yatim di Bulan Muharram’.
“Santunan ini kami berikan ke 21 anak yatim di Bontang, meliputi dari 3 kecamatan, di antaranya Bontang Utara 9 anak, Bontang Selatan 7 anak, dan Bontang Barat ada 5 anak,” ucap Ketua Panitia, Nur Zulaga.
Kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan, bahwa dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia pelaksana, dan majelis taklim yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada ibu-ibu majelis taklim se-Kota Bontang yang sudah hadir. Terlebih lagi, untuk para ibu-ibu harus bisa menjadi garda terdepan dalam membina generasi muda yang religius dan berdaya saing,” ucapnya.
Tak hanya itu, Agus Haris turut menyoroti pentingnya kaum ibu-ibu dalam pembangunan, dimana keberhasilan seorang laki-laki sering kali lahir dari doa dan dukungan seorang istri.
“Pastinya keberhasilan seorang laki-laki tidak lepas, dari doa istrinya sekalipun,” ungkapnya.
Adapun beberapa program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang akan dilaksanakan, seperti insentif guru swasta dan guru mengaji sebesar Rp 2 juta, setelah anggaran perubahan disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Selanjutnya, santunan janda lansia dengan bantuan sebesar Rp 300 ribu per bulan, bagi janda lansia di usia 65 tahun ke atas. Bahkan di program Wajib Belajar (WAJAR) mulai pukul 19.00-21.00 Wita, anak-anak diharapkan belajar untuk mendukung kualitas pendidikan.
“Ada juga program pendidikan gratis UKT Kuliah, bagi warga yang menempuh pendidikan tinggi di Bontang, nantinya akan ditanggung oleh Pemkot,” paparnya.
Agus Harus juga menambahkan untuk insentif dan penguatan peran RT nantinya akan dinaikan menjadi Rp 2 juta, ditambah dengan dana operasional dan tugas khusus untuk pendataan warga rentan.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




