Manasik Haji Akbar Kutim: Tanam Nilai Islami, Eratkan Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun

SANGATTA — Suasana haru dan gembira menyelimuti halaman Masjid Agung Al-Faruq Sangatta pada Rabu (5/11/2025). Ribuan anak-anak berpakaian ihram putih memenuhi area masjid, menirukan gerakan thawaf dan sai dengan penuh antusias.

Pemandangan ini menjadi bagian dari kegiatan Manasik Haji Akbar Kutai Timur 2025, yang diikuti oleh peserta dari Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim ini mengusung tema “Dengan Manasik Haji Kita Tanam Karakter dan Nilai-nilai Islami Sejak Dini.” Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal makna ibadah haji dengan cara menyenangkan, sambil menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan ketulusan sejak usia dini.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Disdikbud Mulyono, dan unsur Forkopimda. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi para guru dan orang tua yang telah berperan aktif menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan edukatif seperti ini.

Baca Juga:  Pembangunan KDKMP di Paser Terus Berproses, Progres Capai di Atas 90 Persen

“Pengenalan lebih dini kepada anak-anak kita ini sesungguhnya juga edukasi bagi kita semua, para orang tua dan guru, tentang pentingnya ibadah haji,” ujarnya.

Bupati menambahkan, pengalaman spiritual seperti ini akan membekas kuat dalam memori anak-anak dan menjadi bagian dari pembentukan karakter Islami mereka di masa depan.

“Semoga pengalaman ini menjadi bekal akhlak dan spiritual yang menuntun mereka hingga dewasa,” imbuhnya.

Tak hanya fokus pada nilai religius, momentum ini juga dimanfaatkan Bupati untuk menegaskan kembali komitmen Pemkab Kutim terhadap Program Wajib Belajar 13 Tahun, yang menjamin pendidikan gratis bagi seluruh anak Kutim mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat.

“Sekolah gratis, seragam dikasih, buku disediakan, tahun ini sepatu pun dibagikan. Apalagi yang kurang? Sekarang tinggal komitmen orang tua agar anaknya benar-benar sekolah,” tegasnya.

Menurut Bupati, pendidikan formal harus berjalan seiring dengan pembentukan moral dan spiritual agar lahir generasi Kutim yang berkarakter kuat, berakhlak, dan berdaya saing.

Kegiatan Manasik Haji Akbar ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun generasi emas Kutai Timur.

Baca Juga:  Para Lansia di Sangatta Utara Bakal Disekolahkan, 200 Kursi Disiapkan

Di akhir kegiatan, suara talbiyah kembali menggema. Anak-anak melambaikan tangan ke arah Kakbah mini sambil tersenyum bangga. Bagi mereka, inilah pengalaman pertama “menjadi tamu Allah” sederhana, namun sarat makna.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.