BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengambil langkah tegas menyikapi maraknya kemunculan buaya yang dinilai semakin membahayakan warga.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bakal menginstruksikan untuk melakukan penangkapan dan penanganan terhadap hewan buas tersebut yang mulai muncul di kawasan perairan, hingga mendekati permukiman.
Instruksi tersebut menyusul sejumlah insiden yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemerintah menilai populasi buaya di beberapa titik, sudah melewati batas wajar dan berpotensi mengancam keselamatan warga.
“Terkait buaya yang sebelumnya telah ditangkap, pemerintah berencana melakukan observasi lebih lanjut. Satwa tersebut rencananya akan dibawa ke Samarinda, untuk penanganan khusus oleh pihak yang berkompeten,” ucapnya, Selasa (3/3/2026).
Selain upaya penangkapan, Pemkot Bontang juga bakal memasang papan imbauan di sejumlah titik rawan. Sebagai peringatan untuk masyarakat, agar tidak lagi berenang di tempat yang banyak buaya, terutama di wilayah laut, sungai, dan perairan lain yang berpotensi menjadi habitatnya buaya.
Langkah lanjutan yang tengah disiapkan yakni melibatkan pawang buaya, guna melakukan penanganan di beberapa lokasi yang dilaporkan sering menjadi titik kemunculan. Titik-titik tersebut akan didata dan menjadi fokus penertiban secara bertahap.
“Sekarang ini sudah kelewatan. Di mana-mana ada buaya, bahkan sampai ke daerah daratan serta area pemakaman pun ada. Ini tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait, apabila melihat kemunculan buaya di sekitar permukiman. Langkah cepat dinilai penting, guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




