SANGATTA – Tidak sekadar menyajikan minuman, Tentang Kopi Sangatta kembali menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penikmat kopi dan teh. Melalui kegiatan bertajuk Matcha Whisking Experience Day, kafe yang berlokasi di Jalan Poros Kabo, Sangatta Utara ini mengajak peserta mengenal matcha lebih dekat lewat kelas eksklusif yang digelar pada Minggu malam (21/12/2025).
Kelas ini diikuti empat peserta asal Bontang dan Sangatta yang tergabung dalam komunitas Artsy Class dan Goalsgirlsgang (GGG). Konsep kelas sengaja dibatasi agar interaksi lebih personal dan peserta dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih mendalam.
Dalam kegiatan tersebut, Yusef Pani dari Tentang Kopi Sangatta hadir sebagai mentor. Ia membimbing peserta mempelajari teknik matcha whisking hingga menjadi seorang matcharista, sebutan bagi peracik matcha. Sesi dibuka dengan perkenalan, dilanjutkan pemaparan materi seputar manfaat, jenis, dan sejarah matcha sebelum masuk ke praktik pembuatan minuman.
“Kelas ini kami batasi maksimal empat orang supaya tetap otentik dan terasa lebih intim. Interaksi jadi lebih dekat dan pengalaman setiap peserta bisa maksimal,” ujar Yusef.
Yusef juga berbagi latar belakang pengalamannya tinggal di Jepang selama setahun, yang menjadi salah satu inspirasi pengembangan menu matcha di Tentang Kopi Sangatta. Menurutnya, matcha tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang proses, filosofi, dan budaya minum teh.
Sesi awal kelas dikemas ringan melalui “The Gentle Start”, minuman pembuka yang membawa peserta memahami karakter rasa sebelum masuk ke pembahasan matcha yang lebih kompleks. Dari situ, peserta diajak mengenal perbedaan matcha dan green tea, mulai dari proses shading, pemetikan daun Camellia sinensis, pengeringan, hingga penggilingan menjadi bubuk halus.
Interaksi aktif terlihat sepanjang sesi. Salah satu peserta, Anggita dari Bontang, mengaku awalnya tidak menyukai matcha. Namun pandangannya berubah setelah mencoba racikan yang tepat.
“Dulu aku pikir matcha rasanya kayak rumput. Tapi setelah coba yang enak di coffee shop, mindset-ku berubah. Ternyata matcha itu enak,” katanya.
Sesi praktik bertajuk Matcha Bar Takeover menjadi puncak kegiatan. Peserta mempraktikkan langsung teknik whisking dengan berbagai alat dan bahan, dipandu langsung oleh Yusef, mulai dari takaran bubuk, suhu air, hingga teknik mengocok untuk menghasilkan tekstur yang halus.
Naila, Founder Artsy Class, menilai kelas ini menambah pengetahuan sekaligus kepercayaan diri untuk meracik matcha sendiri. “Seru dan nambah knowledge. Jadi bisa bikin matcha sendiri dengan rasa yang lebih enak karena tahu caranya,” ujarnya.
Peserta lain, Dilla dari Artsy Class Sangatta, menyebut kelas ini memberi pengalaman yang lebih personal dan menenangkan. “Bukan cuma belajar, tapi juga healing. Cocok buat yang lagi capek atau stres,” katanya.
Menanggapi antusiasme peserta, Yusef berharap kelas ini dapat menjadi pintu pengenalan matcha yang lebih luas di Sangatta. Tentang Kopi Sangatta juga membuka peluang untuk menggelar pelatihan serupa di kota-kota lain ke depan, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya matcha melalui pengalaman langsung. (nzl)
Editor: Agus S




