NUSANTARA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menginjakkan kaki di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kalinya sejak resmi menjabat sebagai kepala negara. Prabowo tiba di kawasan inti IKN pada Senin petang (12/1/2026), setelah menyelesaikan rangkaian lawatan kerja di Kalimantan Selatan dan Balikpapan.
Presiden mendarat sekitar pukul 18.47 Wita menggunakan helikopter berwarna putih yang langsung turun di lapangan depan Istana Negara IKN. Helikopter yang ditumpangi Prabowo menjadi unit ketiga yang mendarat, setelah dua helikopter TNI pengawal lebih dulu tiba untuk memastikan pengamanan lokasi.

Kedatangan Presiden berlangsung usai agenda peresmian Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan yang digelar sejak siang hingga sore hari. Setibanya di IKN, Prabowo disambut langsung oleh jajaran Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), di antaranya Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan Sekretaris OIKN Bimo Adi Nursanthyasto.
Pertemuan singkat terlihat berlangsung di area Istana Negara sebelum Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Swissotel Nusantara untuk bermalam.
Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi terkait agenda detail Presiden selama berada di IKN, baik pada malam hari maupun keesokan paginya. Namun, sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah memberi sinyal bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan ibu kota baru.
“Mohon doa restu, selanjutnya dari Balikpapan akan nengok ke IKN,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media saat rombongan masih berada di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebelum bertolak ke Balikpapan.
Malam ini, Presiden Prabowo dijadwalkan menengok langsung perkembangan terkini pembangunan IKN.
Kunjungan ini menjadi momen kembalinya Prabowo ke IKN setelah terakhir kali menyambangi kawasan tersebut saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju di bawah kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025, IKN diproyeksikan mulai berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028. Dengan target tersebut, seluruh infrastruktur pemerintahan, mulai dari cabang eksekutif, legislatif, hingga yudikatif, dituntut sudah terbangun dan siap digunakan.
Sebelum kedatangan Presiden, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah lebih dahulu mengunjungi IKN sebanyak dua kali. Kunjungan terakhir dilakukan pada 30–31 Desember 2025. (MK)
Editor: Agus S




