Meski Minim Anggaran, Disperindag Kutim Tetap Sidak Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) kembali turun ke pasar melakukan inspeksi mendadak (sidak), guna memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terkendali, Sabtu (28/2/2026).

Fungsional Ahli Madya Disperindag Kutim, Benita, menegaskan pengawasan merupakan kewajiban yang tidak bisa ditunda.

“Anggaran minim bukan berarti kami berhenti bekerja. Kami tetap turun, bahkan hari libur pun tetap pantau. Ini tanggung jawab kami,” tegasnya.

Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas komoditas mengalami penurunan harga.

Cabai yang sebelumnya menyentuh Rp75 ribu per kilogram kini turun di kisaran Rp50 ribu–Rp60 ribu per kilogram, tergantung jenisnya.

Beras premium dijual Rp15.400 per kilogram di tingkat pengecer. Sementara di distributor berada di angka Rp15.100–Rp15.200 per kilogram, tergantung merek. Beras medium stabil di Rp14 ribu per kilogram.

Telur ayam mengalami kenaikan tipis sekitar Rp800 hingga Rp1.000 per piring akibat meningkatnya permintaan. Namun sebagian pedagang masih menjual dengan harga lama karena stok sebelumnya masih tersedia.

“Hampir semua komoditas turun. Kami sudah koordinasi dengan distributor agar harga tetap sesuai ketentuan,” beber Benita.

Baca Juga:  Proyek Bandara Ujoh Bilang Sesuai Perencanaan, Tinggal Tunggu Peresmian

Sementara, harga daging ayam berada di kisaran Rp45 ribu–Rp48 ribu per kilogram. Sedangkan daging sapi bertahan di angka Rp160 ribu per kilogram.

“Belum ada kenaikan signifikan. Biasanya hanya bergeser Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” jelasnya.

Disperindag juga memastikan ketersediaan beras aman hingga Lebaran. Pengecekan dilakukan langsung ke tiga distributor besar di Kutim.

“Stok banyak, aman sampai Lebaran. Kami sudah cek gudangnya,” katanya.

Sebagai daerah konsumen, Kutim memang bergantung pada pasokan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa. Karena itu, koordinasi dengan distributor dan instansi terkait terus diperkuat agar distribusi lancar.

Sidak gabungan hari ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, PTSP, Satgas Pangan Polres, bagian ekonomi Setkab, hingga perwakilan distributor dan asosiasi pedagang.

Pemantauan harga dilakukan setiap hari, sementara sidak gabungan digelar minimal sekali dalam sepekan.

“Yang penting masyarakat tenang. Pemerintah tetap hadir. Harga kami kawal, stok kami pastikan aman,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.