Mobil Pengangkut Ayam Ikut Karam Saat Feri Tenggelam di Mahakam

TENGGARONG — Aktivitas penyeberangan di Sirbaya, Kecamatan Sebulu, mendadak berubah menjadi kepanikan, Selasa (24/2/2026) sore. Feri Fatimah 2 dilaporkan tenggelam di tengah lintasan Sungai Mahakam saat membawa sejumlah kendaraan.

Sebelum aparat tiba di lokasi, warga di sekitar dermaga lebih dulu berlari memberikan pertolongan. Momen karamnya kapal sempat direkam warga dan beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, feri berwarna hijau tosca dan biru itu tampak mengangkut tiga kendaraan. Sebuah truk kuning berada di bagian belakang, sementara dua mobil pikap di bagian depan membawa muatan sembako dan ayam hidup untuk dipasarkan. Kapal terlihat miring sebelum akhirnya perlahan tenggelam.

Insiden terjadi saat feri berlayar dari Desa Sebulu Ulu menuju Tenggarong. Di tengah perjalanan, kapal diduga mengalami gangguan sehingga berupaya menepi. Namun sebelum mencapai titik aman, kapal lebih dulu kehilangan keseimbangan dan karam.

Warga yang berada di sekitar lokasi bergerak cepat melakukan evakuasi. Beberapa membantu penumpang turun dari kapal, sementara lainnya memastikan tidak ada yang tertinggal di atas feri. Respons spontan tersebut memastikan seluruh penumpang dan awak kapal selamat.

Baca Juga:  Tangkap ABG 16 Tahun, Satresnarkoba Kukar Ungkap Peredaran Sabu 42 Gram

Camat Sebulu, Edy Fahruddin, membenarkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ini saya baru mau menuju TKP,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi awal, Fatimah 2 beroperasi pada jalur penyeberangan yang biasa dilayani bersama Feri H. Muhammad. Insiden terjadi di tengah lintasan sehingga kapal tidak sempat mencapai dermaga.

Proses evakuasi kendaraan direncanakan dilakukan setelah Magrib dengan menunggu dukungan peralatan dari instansi teknis. Kerugian sementara diperkirakan berupa kerugian material pada kendaraan dan muatan yang ikut terendam.

“Sementara informasinya yang saya terima itu, nanti akan saya update lagi setelah di TKP untuk memantau evakuasi,” tambah Edy.

Akibat kejadian ini, aktivitas penyeberangan kendaraan di jalur Sirbaya untuk sementara terganggu. Pihak terkait masih melakukan penelusuran guna memastikan penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.