BONTANG – Aksi pencurian terjadi di kawasan Rawa Indah. Seorang pemilik warung dilaporkan kehilangan emas sekitar 200 gram dan uang tunai Rp30 juta dalam kejadian yang berlangsung Senin (16/3/2026) kemarin, sekitar pukul 07.00 Wita.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kapolsek Bontang Selatan, AKP Muh. Rakib, mengungkapkan pelaku menggunakan modus mengalihkan perhatian korban dengan berpura-pura sebagai pembeli.
“Modusnya pelaku membuat korban sibuk. Dia pesan barang ini, lalu minta lagi ke tempat lain, sehingga posisi korban menjauh dari tempat penyimpanan uang,” jelasnya, Selasa (17/3/2026).
Saat korban lengah, pelaku langsung mengambil barang yang sebelumnya telah dipantau. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku merupakan pria dan bukan warga lokal. Ciri-ciri pelaku sudah dikantongi, namun belum dipublikasikan karena masih dalam kepentingan penyidikan.
“Anggota meyakini ini bukan pemain lokal. Kemungkinan pelaku dari luar daerah,” tambahnya.
Pelaku juga diketahui menggunakan kendaraan dengan pelat nomor palsu untuk menghindari pelacakan. Bahkan, jenis pelat yang digunakan terdeteksi tidak sesuai dengan kendaraan aslinya.
Polisi saat ini tengah mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memperkuat identifikasi pelaku. Namun, keterbatasan rekaman pada jam kejadian menjadi kendala.
“Kami mendapat CCTV di sekitar, terutama yang merekam antara pukul 07.00 sampai 08.00 Wita, tapi hasilnya buram,” ujarnya.
Kasus ini diduga memiliki kemiripan dengan kejadian sebelumnya yang menimpa seorang pedagang sayur sekitar satu hingga dua bulan lalu. Dalam kasus tersebut, korban juga kehilangan uang dengan modus serupa.
“Modusnya sama, korban disuruh bolak-balik mengambil barang di beberapa titik, lalu pelaku memanfaatkan kelengahan itu,” terang Rakib.
Polisi telah memperluas radius pencarian berdasarkan sejumlah informasi yang diterima, termasuk dugaan keberadaan pelaku di area pasar.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




