BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia. Hal itu disampaikan saat meresmikan peluncuran Program Gemar Kepiting PAMA yang digelar di Graha Saba, Puskesmas Bontang Lestari, Sabtu (14/2/2026).
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan. Dampaknya menyentuh kecerdasan, kesehatan, hingga produktivitas anak di masa depan. Karena itu penanganannya harus terpadu, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak,” tegasnya.
Wali Kota juga mengapresiasi fokus program yang menyasar peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua balita usia 6–59 bulan. Edukasi yang diberikan mencakup pemberian MPASI sesuai standar, pencegahan pernikahan dini, penghindaran pemberian susu PDK tanpa indikasi medis, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut anak.
Selain itu, peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam parenting sehat, pencegahan baby blues, serta edukasi anti Gizi Tidak Memadai (GTM) turut menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut.
Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Bontang menurun dari 27,4 persen pada 2023 menjadi 17,44 persen pada 2025. Penurunan ini merupakan hasil kerja keras bersama melalui berbagai strategi, termasuk pemberian makanan tambahan dan digitalisasi layanan Posyandu.
Meski demikian, Neni menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. “Penurunan ini patut kita syukuri, tetapi perjuangan belum selesai. Inovasi dan langkah yang lebih masif harus terus dilakukan agar angka stunting bisa ditekan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bontang Lestari drg. Faradina menambahkan, pihaknya menghadirkan sejumlah narasumber ahli untuk memperkuat literasi kesehatan masyarakat, di antaranya dr. Arlita Putri (Spesialis Anak), drg. Orbadewo Atma Saktinegara, serta psikiater Anindita Budhi Threesnandi.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Bontang berharap orang tua semakin sadar pentingnya pemenuhan gizi dan pengasuhan yang tepat sejak dini, demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (rls pemkot)
Editor: Yusva Alam




