BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa, program-program prioritas untuk masyarakat Kota Bontang harus tetap berjalan.
Sebab semuanya harus dilakukan, demi kesejahteraan masyarakat, sehingga jangan sampai ada program yang gagal bahkan berhenti di tengah jalan. Walaupun dana transfer pusat menyentuh Rp 912 miliar.
“Tapi saya tetap optimistis, untuk APBD Bontang di 2026 mendatang bisa sampai tembus di angka Rp 2,1 triliun,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/9/2025).
Bahkan di dalam status pribadi Whatsapp dirinya, Neni membeberkan jika total Dana Transfer Umum (DTU) Bontang sekitar Rp 830 miliar.
Dana Alokasi Khusus non fisik (DAKnf) sekitar Rp 75,6 miliar, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sekitar Rp 6,5 miliar. Adapun dari Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 321 miliar, dan juga Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 590 miliar, dengan akumulasi berjumlah Rp 834 miliar.
“R-APBD Bontang 2026 yang diajukan mencapai Rp2,8 triliun. Saat ini tengah menghitung, dan juga lagi menyesuaikan APBD Bontang di 2026,” jelasnya.
Neni juga sempat mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu, terkait dengan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) di 2026 agar tidak dipangkas, mengingat kondisi fiskal Bontang masih sangat lemah.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




