Pawai Obor Diikuti 3.000 Peserta, Dampak Banjir Rute Diubah Dadakan

BONTANG – Pawai obor menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H diikuti sebanyak 3.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Ribuan warga tumpah ruah memadati jalanan saat pawai obor berlangsung, Sabtu (14/2/2026) malam.

Koordinator Kegiatan Pawai Obor, Asep Gumilar mengatakan bahwa pawai obor ini digelar sebagai bentuk syiar dalam mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Selain itu, lewat pawai obor ini bisa menumbuhkan antusias masyarakat Bontang, dalam menyambut Ramadan. Ada pula rasa semangat yang tumbuh, serta rasa energi untuk datangnya bulan puasa.

“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat luar biasa. Kami pun mendata untuk peserta yang ikut kurang lebih 3.000 dalam pawai obor ini. Bertambah dari tahun lalu, hanya sekitar 2.500 peserta,” jelasnya.

Akibat hujan deras semalaman, akhirnya panitia mengubah rute pawai obornya secara mendadak di sore hari. Sebab beberapa wilayah di Bontang masih terendam banjir, hingga belum bisa dilewati. Bahkan saat ini pun air belum surut.

“Rutenya mendadak kami ubah, dimana mulainya tetap dari Masjid Agung Al-Hijrah, putar ke Berbas, lanjut lewati Jalan Beringin, hingga balik lagi ke Masjid Agung sebagai titik start,” tambahnya.

Baca Juga:  Rumah Kontrakan Kosong di Tanjung Laut Terbakar

Di penilaian dalam pawai obor pun bermacam-macam, juri menilai mulai dari kekompakan, kerapian, kreativitas, seni, atraksi, yel-yel, dan masih banyak lagi poin-poin yang menjadi bahan penilaian dasar.

Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, panitia bekerja sama dengan aparat setempat guna mengatur arus lalu lintas. Agar kegiatan pawai obor tetap berjalan kondusif.

Petugas turut mengimbau peserta, supaya bisa lebih berhati-hati saat membawa obor dan menjaga jarak demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Peserta terlihat berjalan kaki menyusuri rute yang telah ditentukan panitia, sambil membawa obor yang menyala.

Cahaya api yang berderet sepanjang jalan menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Warga yang tidak ikut pawai pun tampak berjejer di tepi jalan untuk menyaksikan iring-iringan peserta.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.