SAMARINDA — Di tengah menguatnya wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah, PDI Perjuangan Kalimantan Timur memilih tidak larut dalam perdebatan. Partai berlambang banteng moncong putih itu mengarahkan energi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal dan kerja-kerja struktural pasca agenda kepartaian.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur dari PDI Perjuangan, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa fokus utama partai saat ini adalah pembenahan organisasi setelah rampungnya rangkaian konferensi daerah dan konferensi cabang.
“Kami diminta untuk fokus konsolidasi struktural partai. Baru saja selesai konferda dan konfercab, termasuk pemilihan ketua DPRD serta DPC,” ujar Ananda saat diwawancarai di Gedung D Komplek DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, setelah agenda struktural tingkat provinsi dan kabupaten/kota, perhatian partai kini diarahkan ke penguatan organisasi hingga level paling bawah. Pembentukan dan penataan struktur di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW menjadi pekerjaan lanjutan yang sedang dipersiapkan.
“Setelah ini kami fokus ke pembentukan struktur sampai tingkat paling bawah, sekaligus pemetaan untuk pemenangan 2029,” katanya.
Menurut Ananda, langkah tersebut dinilai lebih strategis dibandingkan terlibat dalam diskursus sistem pilkada yang saat ini masih berkembang. PDIP Kaltim, kata dia, ingin memastikan mesin partai berjalan solid dan siap menghadapi agenda politik jangka menengah dan panjang.
Ia menambahkan, konsolidasi bukan sekadar penataan struktur, tetapi juga menyangkut pemetaan kekuatan, kaderisasi, serta penguatan basis dukungan di masyarakat. Kerja-kerja tersebut dianggap krusial untuk menjaga keberlanjutan peran partai di daerah.
Dengan fokus tersebut, PDIP Kaltim menegaskan komitmennya untuk tetap bergerak melalui jalur organisasi dan kerja nyata di lapangan, sembari menyiapkan strategi pemenangan menghadapi Pemilu 2029.
Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S




