BALIKPAPAN — Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit alat berat saat proses pemuatan di atas Kapal Motor (KM) Madani Nusantara, Rabu (28/1/2026) malam.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 21.55 WITA, ketika aktivitas bongkar muat kendaraan dan barang tengah berlangsung. Salah satu muatan berupa ekskavator diduga bergerak tidak terkendali saat proses naik ke atas kapal.
Dalam kondisi tersebut, korban berada di area sempit di sekitar alat berat. Ekskavator yang bergerak maju dan mundur membuat korban terjepit di antara badan alat berat dan bagian kapal, hingga mengalami luka fatal.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Kumontoy membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, korban meninggal dunia di lokasi akibat tekanan hebat dari alat berat.
“Korban terjepit antara ekskavator dan badan kapal saat proses pemuatan. Dari pemeriksaan awal, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” ujar Jerrold, Kamis (29/1/2026).
Usai menerima laporan, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan awal. Penanganan kasus kemudian dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Balikpapan guna penyelidikan lebih lanjut.
Jerrold menyebut, hingga kini penyidik telah memeriksa lima orang saksi. Mereka terdiri dari operator ekskavator, tiga kru kapal, serta satu perwakilan dari pihak kapal.
“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengetahui secara rinci kronologi kejadian dan mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja,” jelasnya.
Selain itu, polisi masih mendalami identitas korban serta berkoordinasi dengan pihak keluarga. Sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan proses bongkar muat juga telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Kapolresta Balikpapan mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas kepelabuhanan agar lebih disiplin menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Kecelakaan kerja seperti ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terulang,” pungkasnya.(MK)
Editor: Agus S




