BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa pembangunan Pelataran Bontang Kuala merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bontang, dalam menata kawasan pesisir agar lebih representatif sebagai pusat kegiatan budaya, sosial, dan pariwisata.
Hal itu disampaikan saat meresmikan Pelataran Bontang Kuala tahap II, Rabu (17/12).
“Pelataran ini tidak hanya menjadi ruang publik, tetapi juga etalase budaya masyarakat pesisir Bontang Kuala. Kami ingin kawasan ini menjadi tempat berkumpul, beraktivitas, sekaligus destinasi wisata yang membanggakan,” ujar Neni.
Ia menambahkan, sinergi antara pelestarian adat dan pembangunan infrastruktur menjadi kunci dalam menjaga identitas daerah di tengah laju pembangunan. Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, akan terus mendukung peran lembaga adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal.
Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang, dalam memperkuat adat istiadat serta mendorong pengembangan kawasan pesisir sebagai salah satu ikon wisata budaya Kota Bontang.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Sultan Kutai Ing Martadipura ke 21, Sultan Aji Muhammad Arifin dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota, disaksikan tamu kehormatan, jajaran Forkopimda, tokoh adat, serta masyarakat adat Bontang Kuala.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




