Pemkab Mahulu Gelar Gema Ramadan, Pasar Ramadan Jadi Motor Ekonomi Warga

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menggelar Gema Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi sebagai upaya memeriahkan bulan suci sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Pasar Ramadan. Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, pada Kamis (19/2/2026).

Agenda yang berlangsung selama 20 hari, mulai 19 Februari hingga 10 Maret 2026 itu dipusatkan di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Ujoh Bilang serta halaman cor Alun-Alun Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Ketua Panitia Gema Ramadan yang juga Kepala BPBD Mahulu, Agus Darmawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Mahulu atas inisiasi kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan pemerintah daerah tersebut.

“Tujuan Gema Ramadan ini selain memeriahkan bulan suci juga menjadi sarana meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM melalui Pasar Ramadan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk saat meninjau stand Pasar Ramadan di halaman cor Alun-Alun Ujoh Bilang. (Dok-Istimewa)

Ia menjelaskan, Pasar Ramadan menghadirkan 21 stand yang diisi pedagang lokal dari Kampung Ujoh Bilang dan Long Bagun. Beragam menu takjil dan hidangan berbuka puasa disajikan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Baca Juga:  Geger Idulfitri, Kasus Mutilasi Sempaja Terbongkar, Pelaku Diamankan

Selain aspek ekonomi, Gema Ramadan juga diisi berbagai lomba edukatif bagi anak-anak, seperti adzan, tartil Al-Qur’an, da’i cilik, hafalan Juz 30, mewarnai kaligrafi, kostum tokoh Islam, hingga patrol sahur. Peserta berasal dari tingkat TK/PAUD, SD hingga SMP di wilayah Kecamatan Long Bagun.

“Kami berharap tahun depan bisa melibatkan peserta dari lima kecamatan se-Kabupaten Mahakam Ulu,” tambah Agus.

Ia juga menyebut kegiatan ini didukung oleh Pemda Mahulu, Bankaltimtara, perseorangan, dan pelaku usaha. Evaluasi akan dilakukan agar pelaksanaan tahun mendatang lebih optimal.

Sementara itu, Wakil Bupati Suhuk menegaskan bahwa Gema Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki dampak strategis.

“Kegiatan ini bukan hanya memperkuat suasana religius di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” tandasnya.

Pemkab Mahulu berharap Gema Ramadan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.