Pemkab Penajam Paser Utara Minta Pertamina Perhatikan Dampak Lingkungan Kilang Lawe-Lawe

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara meminta manajemen PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memberikan perhatian lebih terhadap dampak lingkungan dan kewilayahan dari operasional kilang penampungan minyak mentah di Kelurahan Lawe-Lawe. Fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang Balikpapan.

Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menegaskan bahwa keberadaan industri migas berskala besar di wilayahnya membawa konsekuensi nyata terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

“Salah satu fasilitas penunjang RDMP Balikpapan, yakni kilang penampungan minyak mentah, berada di wilayah Kecamatan Penajam. Aktivitas industri berskala masif itu tentu membawa konsekuensi nyata terhadap lingkungan,” ujar Mudyat Noor saat dimintai keterangan, Sabtu.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap PT KPI sebagai pengelola kilang dapat lebih responsif terhadap berbagai dampak kewilayahan yang muncul, termasuk persoalan banjir di kawasan Lawe-Lawe serta dukungan terhadap akses layanan publik.

Pemkab juga menyoroti kebutuhan ketersediaan bahan baku air bersih bagi Perumda Air Minum Danum Taka, mengingat sumber utama air baku kabupaten berada di wilayah Kelurahan Lawe-Lawe yang termasuk dalam kawasan otoritas PT Pertamina (Persero).

Baca Juga:  Tata Ulang Birokrasi Mahulu, Bupati Angela Kukuhkan 34 Pejabat Eselon II–IV

“Kami berharap ada solusi cepat, termasuk dukungan terhadap pemenuhan air bersih masyarakat, karena sumber bahan baku utama berada di kawasan operasional Pertamina,” jelasnya.

Selain itu, Mudyat Noor mendorong agar penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT KPI dapat dimaksimalkan dan diarahkan pada program-program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, serta pelestarian lingkungan.

Seiring beroperasinya RDMP Balikpapan, kapasitas kilang penampungan minyak mentah di wilayah Penajam Paser Utara meningkat dari lima juta barel menjadi 7,5 juta barel. Kondisi ini menjadikan Penajam Paser Utara sebagai salah satu daerah dengan konsentrasi pengelolaan minyak terbesar di Indonesia.

“Kilang penampungan minyak mentah di Kabupaten Penajam Paser Utara ini mendukung penuh operasional kilang Pertamina di Kota Balikpapan,” katanya.

Ia menambahkan, aktivitas kawasan dipastikan semakin tinggi, terlebih dengan keberadaan fasilitas bongkar muat kapal tanker berukuran besar atau Very Large Crude Carrier (VLCC). Oleh karena itu, perhatian terhadap dampak lingkungan, sosial, dan infrastruktur di sekitar wilayah operasional dinilai menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Baca Juga:  Pengaduan Publik Meningkat, Ombudsman Kaltim Catat 500 Akses Laporan Sepanjang 2025

“Dengan aktivitas yang semakin padat, dampak lingkungan dan dampak lainnya di sekitar wilayah operasional harus benar-benar mendapat perhatian serius,” tegas Mudyat Noor. (MK)

Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.