Pemkot Bontang Gandeng Jeju Kembangkan Teknologi Waste to Energy dari Sampah

BONTANG – Pemerintah Provinsi Jeju, Korea Selatan kembali mengunjungi Kota Bontang untuk kedua kalinya. Kunjungan kali ini terkait kerjasama pengelolaan sampah dengan Pemkot Bontang.

Diketahui, sampah di Bontang membutuhkan program pengelolaan yang komprehensif dan terpadu, karena tumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sudah harus dikendalikan.

Kota Bontang direncanakan akan menerima hibah dana sebesar Rp 150 miliar, untuk pembentukan alat pengelolaan sampah terpadu. Dimana Inovasi tersebut berupa pemilahan dan pengolahan sampah berdasarkan jenisnya. Seperti program Waste to Energy untuk pengolahan sampah organik menjadi listrik. Listrik yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan untuk masyarakat sekitar.

Professor Department of Industrial and Applied Economics Jeju National University, Bae Sung Kim menjelaskan, di Jeju awalnya adalah ‘pulau sampah’, tapi mereka menyelesaikan masalah itu. Jadi, karena ada permintaan dari Bontang untuk menyelesaikan masalah manajemen limbah, masalah sampah, dan masalah penimbunan sampah, proyek ini akan sama dengan yang ada di Jeju

“Kami harus membangun fasilitas untuk gas dan menjadikannya berkelanjutan. Bentuk penindak lanjutan proposal dari Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga:  Inovasi Polres Kutim, Aplikasi “Infolantas” Bikin Urusan Lalu Lintas Semakin Praktis

Ini adalah satu-satunya proyek terpadu, dari pemilahan sampah hingga pengelolaan limbah secara komprehensif dan daur ulang sumber daya. Tujuannya adalah agar kota dapat mengelola limbahnya secara berkelanjutan.

“Dengan bekerja sama, kami akan melakukan yang terbaik agar Kota Bontang dapat menjadi kota percontohan pengelolaan limbah dan kota terbersih di Indonesia,” pungkasnya.

Neni Moerniaeni, Wali Kota Bontang menyebutkan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi rencana kerja sama, survei pelaksanaan, dan finalisasi rencana implementasi proyek pengelolaan sampah ramah lingkungan antara Pemerintah Kota Bontang, Pemerintah Provinsi Jeju, dan KOICA.

“Ini kunjungan mereka kedua setelah Desember tahun lalu, selanjutnya mereka akan melakukan persentasi terkait kelanjutan dari kerjasama ini,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.