Pemkot Prioritaskan Revitalisasi Sekolah, Data Dapodik Jadi Kunci Dukungan Pusat

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menyatakan perlunya revitalisasi gedung sekolah. Revitalisasi tersebut mencakup perbaikan fasilitas dasar seperti ruang kelas, toilet, hingga bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dananya tersedia, selama kebutuhan tersebut diusulkan dengan data yang tepat.

“Yang kita dorong itu revitalisasi, bukan pembangunan baru. Misalnya WC yang rusak, ruang kelas, atau gedung sekolah yang perlu diperbaiki. Kalau itu diusulkan, Insyaallah akan diperjuangkan dan dananya ada,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat bergantung pada keakuratan dan kejujuran data pokok pendidikan (Dapodik), yang diinput oleh sekolah. Menurutnya, banyak sekolah sebenarnya membutuhkan tambahan ruang kelas, laboratorium, maupun fasilitas sanitasi, namun tidak tercantum dalam data resmi.

“Kalau tidak disebutkan di Dapodik bahwa sekolah itu butuh, maka pusat juga tidak tahu bahwa itu harus diprioritaskan. Jadi data harus diperbaiki sesuai kondisi riil, jangan ditutup-tutupi,” tegasnya.

Baca Juga:  Bontang Hampir Jadi Kota Pertama Jalankan Program Wolbachia

Ia menambahkan, revitalisasi tidak hanya sebatas perbaikan ringan, tetapi juga dapat mencakup penambahan ruang kelas bahkan pembangunan sekolah baru, selama memang dibutuhkan dan lahannya tersedia. Kondisi sekolah yang masih menerapkan sistem dua shift menjadi salah satu indikator kuat adanya kekurangan ruang belajar.

Ia juga mengingatkan, agar sekolah bersikap jujur dalam pelaporan kebutuhan. Ia menyoroti kasus lama di mana ruang UKS dialihfungsikan menjadi musala atau ruang kelas dijadikan ruang guru, namun kebutuhan tersebut tidak dicantumkan dalam Dapodik.

“Sampai kapan pun bantuan tidak akan turun kalau datanya tidak jujur. Kuncinya kepercayaan, dan itu dimulai dari data,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.