BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memasang banner terkait biaya retribusi Stadion Bessai Berinta Lang-lang yang akan diberlakukan mulai tahun 2026 mendatang. Salah satu yang menjadi sorotan adalah retribusi pujasera sebesar Rp 819 ribu.
Mendapatkan kabar tersebut, beberapa pedagang pujasera Lang-lang merasa nominal tersebut cukup memberatkan mereka, apalagi sejak pujasera baru itu mulai diaktifkan lagi, pendapatan mereka sangat minim.

Salah satu pedagang, Dewi menyatakan harga yang ditetapkan sangatlah memberatkan. Dagangan mereka pun sepi, meskipun ada event berlangsung, lantaran terdapat UMKM yang booth jualannya lebih dekat dari lokasi acara.
“Mereka beli yang lebih dekat, kalau ke pujasera kan agak jauh untuk jalan kaki,” terangnya, Minggu (26/10/2025)
Ia juga bertanya-tanya darimana pemkot melakukan perhitungan tersebut, “Apa mereka lihat pujasera rame pas ada artis ibu kota ke sini, makanya dikasihkan tarif segitu. Kalau tiap hari ramai seperti itu tidak apa. Nyatanya pernah sehari hanya dapat satu pelanggan,” ujarnya saat disambangi, Minggu (26/10/2025).
Lailan, pedagang lainnya mengungkapkan hal serupa, mereka hanya bisa memutar uang untuk token listrik, air dan iuran kebersihan. Setidaknya sebulan mereka harus mengeluarkan Rp 170 ribu.
Adapun mereka ingin adanya pengurangan biaya retribusi, “Sekitar Rp 300 ribu masih tidak apa, karena listrik, air, uang kebersihan tidak termasuk di dalam situ. Kecuali Rp 819 itu sudah semua.
Ia mengungkapkan, belum ada dialog antar pedagang dan pemerintah, mereka mendapatkan kabar tersebut dari grup pedagang pujasera dan banner yang dipasang di pagar masuk stadion.
“Katanya sih nanti kita akan dipanggil. Terus pujasera kan mau tutup lagi karena mau pemasangan rolling door,” tambahnya
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




