BONTANG – Sejumlah proyek pembangunan di Kota Bontang terpaksa ditunda sebagai dampak penyesuaian anggaran daerah. Pemerintah memprioritaskan program yang lebih mendesak di tengah keterbatasan keuangan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengungkapkan, salah satu proyek yang ditunda adalah pengembangan kawasan Waduk Kanaan yang sebelumnya dirancang sebagai destinasi wisata baru dengan skema multi years.
“Konsepnya memang untuk pertumbuhan ekonomi, tapi karena anggarannya berat, kita tunda dulu,” katanya.
Selain Waduk Kanaan, beberapa program lain yang ikut ditangguhkan antara lain pembangunan fasilitas mini soccer serta rencana pembelian mess di Jakarta.
Untuk mess tersebut, pemerintah memilih tetap menyewa dengan biaya yang lebih efisien, dibandingkan harus membeli aset baru di tengah kondisi anggaran yang terbatas.
“Kita cari yang lebih murah saja. Yang penting pelayanan untuk masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan penundaan ini bukan berarti pembangunan dihentikan sepenuhnya. Pemkot tetap membuka peluang agar proyek-proyek tersebut dapat dilanjutkan, melalui dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah, agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




